Diary | Bernas | Tips | English |

Mading Tiga Dimensi

On Rabu, 12 Oktober 2011 0 komentar

Pernah dengar orang bilang mading 3D? Bagi yang dengar sekarang saatnya baca ini. Mading yang dulunya hanya ditempel di dinding, tapi Kini, kata "mading" mungkin bukan lagi kependekan dari "majalah dinding." Kini, kata "mading" bisa berdiri sendiri. Kini, "mading" bisa diartikan sebagai media komunikasi baru yang bukan hanya informatif, tapi juga asyik dinikmati.
Mading adalah media komunikasi yang bukan hanya informatif, tapi juga fun. Mading bukan lagi papan yang menempel ke tembok. Mading zaman sekarang bisa berdiri sendiri dan bergerak. Mading zaman ini memiliki variasi bentuk lebih banyak dari pilihan yang ada di buku geometri.
MADING (Majalah Dinding) ternyata bukan sekedar tampilan kertas di atas kertas. Wujudnya sekarang berubah total. Ada yang 2D, mini, sampai Mading 3D (3 dimensi). Bahkan mading-mading buatan anak muda sekarang makin spektakuler. Bentuknya unik, heboh, menarik. Interaktif dengan pembaca (penonton), bisa bergerak, mengeluarkan bunyi atau penuh warna-warnai sorot lampu. Lho, mading kok 3D? Bukankah mading itu seharusnya bisa menempel di tembok?" Apakah mading-mading ini sudah melanggar aturan? Apakah yang namanya mading itu benar-benar ada aturannya? Mungkin, mading-mading ini memang bukan "majalah dinding." Mungkin, mading-mading ini adalah spesies sendiri, yang dikembangkan dan diciptakan.
Papan di dinding sudah tidak cukup. Harus ada lampunya, harus ada bentuknya. Harus ada air yang mengalir di dalamnya, ikan berenang di dalamnya. Harus bisa berbunyi, harus bisa memainkan musik. Mading bukan lagi majalah dinding. Media macam apa lagi yang bisa seheboh itu? Koran tak bisa memainkan musik. Radio tak bisa dibaca (kadang penyiarnya juga hanya tong kosong yang nyaring bunyinya). TV? Internet? Rasanya mungkin juga tidak.
Jadi bagi anda yang merasa tertarik membuatnya, buatlah, kreasikan kretifitas anda, nikmati, rasakan bagaimana sensasi saat anda membuatnya, lihat hasilnya, tampilkan di khalayak ramai dan mintalah komentar mereka tentang mading anda.  

dari : Muhammad

0 komentar:

Poskan Komentar