Rasa Terima Abadi Atas Pemberian Guru

On Jumat, 18 November 2011 0 komentar


Rasa Terima Abadi Atas Pemberian Guru

Oleh: seorang praktisi di Provinsi Heilongjiang, China

(Kebijakanjernih.net) Keluarga kami beranggotakan tiga orang telah berlatih Falun Dafa sejak 1998. Sejak kami berlatih, Guru kita yang mulia telah mengembalikan hidup kami semua. Beliau memberikan kami begitu banyak dorongan semangat dan keajaiban yang tak terhitung banyaknya dan mustahil untuk menyebutkan semuanya. Saya akan memberikan beberapa contoh pemberian Guru yang berbelas kasih dan perlindungannya kepada keluarga kami.

Musim panas 1998 merupakan waktu dimana putra kami yang berumur sebelas tahun kehilangan penglihatannya, dan sebagai orangtua, kami berada dalam suasana hati penuh dengan keputusasaan. Gurulah yang membawa kami hidup kembali dari ambang kematian. Dafalah yang memberi kehidupan baru kepada kami.

Putraku mempunyai sejarah penyakit mata di masa mudanya. Sejak hari pertama sekolah, dia mengalami masalah penglihatan pada papan tulis, bahkan dari deretan bangku terdepan, dan harus sering tidak masuk sekolah karena masalah ini. Hal ini menjadi serius ketika dia berbaring di atas ranjang dan menangis tanpa henti. Kelopak matanya menjadi sangat bengkak dan tidak dapat dibuka. Dia tidak dapat menjaga dirinya sendiri dan sering menggigil karena kesakitan. Dia terus mengatakan bahwa seperti ada serpihan bahan metal yang berukuran kecil terus menggosok di dalam matanya.

Kami telah mencari pengobatan kemana-mana untuk mengobatinya. Kami mengunjungi berbagai dokter dari pengobatan tradisional China, pengobatan Barat, dan bahkan kami mencoba berbagai pengobatan alternatif. Sampai kami malas mencoba segala cara yang kami telah pikirkan, dan segala bantuan yang mungkin kami temukan. Kami menghabiskan banyak uang, tetapi kondisi putra kami tetap tidak membaik, malahan kondisi matanya bertambah buruk dan makin buruk. Pada 1998 di Kota Harbin, seorang dokter spesialis mata mendiagnosa bahwa putra kami mengalami tumor kornea turunan sejak lahir, dan pengobatan satu-satunya adalah mengganti kornea matanya, jika tidak dia akan kehilangan penglihatan di kedua matanya.

Operasi penggantian kornea mata memerlukan biaya beberapa ratus ribu yuan, bagi suamiku dan saya, yang memiliki penghasilan bulanan bersama hanya sedikit di atas 100 yuan, sejumlah itu sangat besar bagi kami. Tidak ada jalan lain bagi kami untuk menerima kenyataan pahit ini. Dengan perasaan hati yang hancur, kami membuat sebuah keputusan yaitu pada hari ketika putra kami kehilangan seluruh penglihatannya, kami akan bersama-sama mengakhiri hidup di dunia yang kejam ini.

Suatu hari ketika sedang bekerja, bayangan putraku sedang terbaring di tempat tidur, sangat menderita, terlintas di pikiranku, membuat perasaanku tidak tenang. Saya merasa terganggu dan cemas. Pada waktu yang sama, saya melihat seorang rekan kerja di sebelahku sedang membaca buku Zhuan Falun. Dengan rasa kesal saya merebut bukunya agar dia tidak membacanya. Sebenarnya, rekan kerjaku ini pernah merekomendasikan buku Zhuan Falun kepada saya sebelumnya, tetapi saya menertawakannya, sambil mengatakan bahwa itu semua adalah takhayul. Dia berkata kepadaku: “Apakah kamu takut untuk membuka Zhuan  Falun dan mengintipnya sedikit?” Saya menjawab: “Tentu saja tidak!” Ketika saya membalikkan halaman buku, kata-kata pertama yang terbaca oleh saya adalah,  “Qigong adalah xiulian” dan kata-kata tersebut segera meredakan masalah di dalam hatiku. Sejak saat itu, saya mulai menjalani kultivasi di bawah perlindungan belas kasih Guru kita yang mulia.

Setelah pulang dari kerja, suamiku melihat-lihat isi buku tersebut dan mengatakan ingin coba berkultivasi juga. Setelah mendengar pembicaraan kami, putra kami bangun dan duduk di tempat tidurnya dan berteriak: “Ibu, saya ingin berkultivasi juga!” Saya katakan padanya: “Kamu terlalu muda, kamu tidak akan paham, jadi kamu tidak dapat berkultivasi.”  Putra kami menjawab: “Tetapi saya dapat memahami dan dapat melakukannya!” Karena desakan putraku, saya membacakan Zhuan Falun untuknya. Ajaib, setelah tiga hari dia dapat membuka matanya lagi, dan bengkak di kelopak matanya mengecil. Kami semua sangat terkejut. Saya merasakan sebuah beban berat dalam diriku terangkat untuk pertama kalinya. Setelah itu, saya membiarkan putraku membaca sendiri. Tiga hari berikutnya, dan putraku yang baru saja di ambang kebutaan, akhirnya  sembuh total. Dia bisa kembali ke sekolah. Kami bertiga sangat senang dan sulit mengungkapnya. Kami semua menangis dan dari lubuk hati, kami mengucapkan: “Guru yang mulia, terima kasih! Engkaulah yang telah menyelamatkan hidup kami!”

Sebelum suamiku mulai berkultivasi, dia mengalami kesulitan pendengaran dan menderita sakit maag. Dan beberapa kali, dia menderita sakit maag yang berat. Dia juga memiliki sebuah tumor kecil di pembuluh darah di otaknya. Setelah dia berkultivasi, pendengarannya mengalami peningkatan dan dia tidak sakit maag lagi. Pada 2004, saya ditahan secara ilegal di Penjara Wanita Provinsi Heilongjiang. Pada saat itu, suamiku sedang keramas dan tanpa sengaja mengenai tumor di kepalanya. Suamiku berusaha untuk menutupi lukanya dengan pakaiannya, tetapi sia-sia untuk menghentikan pendarahan. Beberapa kemeja basah oleh darah. Dia mulai merasa pusing dan menelepon adik saya (perempuan). Adikku bertanya: “Apa yang harus kita lakukan? Apa saya perlu membawamu ke rumah sakit?” Suamiku menjawab: “Saya menelepon kamu karena kakakmu tidak berada di rumah. Saya ingin kamu tahu apa yang terjadi pada diriku. Saya merasa tenang selama kamu berada di sini. Saya tidak perlu pergi ke rumah sakit, saya ingin tetap berkultivasi.” Kemudian,
suamiku duduk dengan bersila ganda. Dalam lima menit pendarahannya berhenti dengan ajaib! Guru sekali lagi mengembalikan nyawa suamiku.

Saya sendiri memiliki penyakit jantung dan batu ginjal. Setelah berkultivasi, semua penyakitku hilang. Satu-satunya masalah yang saya miliki adalah tonjolan sebesar telur di tulang belakang leherku. Saya dengar bahwa pengobatannya butuh melakukan operasi dan dapat mengakitbatkan paraplegia. Bagaimanapun juga, pada 1999 ketika Partai Komunis China memulai penganiayaan terhadap Falun Gong, saya dipenjara secara ilegal di sebuah pusat penahanan selama tujuh hari dan tonjolan di leherku hilang.

Setelah kami berkultivasi, jumlah keajaiban yang terjadi di dalam kehidupan kami menjadi tak terhitung banyaknya. Saya akan memberikan dua buah contoh lagi dari keajaiban Dafa dan perlindungan Guru yang luar biasa di samping kita.

Suatu kali, seorang teman praktisi membawakan kami patung Guru kita yang mulia. Setelah praktisi itu pergi, suamiku memegangnya dengan rasa takjub di tangannya, lalu dia tiba-tiba sadar bahwa ada setangkai rumput terselip di bagian nama Guru yang dicetak di patung. Suamiku mencoba untuk mencongkel dengan jarinya, tetapi malahan meninggalkan goresan pada patung. Setelah memeriksa lebih lama, dia baru tahu bahwa ternyata setangkai rumput itu tercetak bersama dengan patungnya. Suamiku menggerutu sendiri, sambil berkata kenapa setangkai rumput bisa begitu tidak hati-hati tercetak pada patung yang begitu sakral? Hari kedua ketika saya sedang membakar dupa untuk memberi hormat kepada Guru, rumput itu terlepas di saat saya memegang patung tersebut dengan tanganku. Suamiku sangat terkejut. Saya katakan padanya bawah ini karena Guru dengan sabar menyemangati kita untuk berkultivasi lebih baik.

Saya memiliki sebuah pemutar MP3 yang tak digunakan dalam waktu cukup lama. Suatu hari , saya meminta seorang teman praktisi untuk mengisi beberapa lagu ke dalam MP3 ini. Tetapi kemudian kami menemukan bahwa baterainya sudah soak dan bocor. Dia berusaha untuk menyalakan pemutar MP3 tetapi tidak berhasil. Dia memberitahuku: “Kita pernah melihat kasus serupa yang terjadi pada pemutar MP3 sebelumnya. Kali ini kita sudah harus membuangya, sudah tidak dapat dipakai lagi.”  Saya bawa pulang pemutar MP3 itu dan memancarkan pikiran lurus: “Kamu adalah salah satu alat Dafa saya. Dengan bantuan Guru, kamu akan baik-baik saja, kamu akan berfungsi lagi. Bersihkan semua unsur jahat dan gangguan yang membuat pemutar MP3 ini tidak dapat berfungsi!” Setelah sesaat, saya akhirnya bisa menyalakan pemutar MP3, dan berfungsi dengan normal! Setelah mendengarkan apa yang terjadi, praktisi lain tersentuh sampai meneteskan air mata.

Dalam perjalanan kultivasi kami, ini semua merupakan pemberian Guru untuk menyemangati kita. Semua itu juga merupakan kekuatan motivasi kita agar keyakinan kita lebih teguh.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2011/1/6/永远感恩师尊的给予-234573.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/1/24/122841.html

0 komentar:

Posting Komentar