PIDATO WASPADA BERITA HOAX DI MEDIA SOSIAL

On Minggu, 14 Juni 2026 0 komentar

 



Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatu.
Selamat pagi dan Salam sejahtera untuk kita semua.
 
Alhamdulillah. Alhamdulillahirabbil alamin. Wassalatu wassalamuala asyrafil anbiya’i walmursalin. Wa’ala alihi wa’ashabihi rasulillahi ajma’in. Amma ba’du.
Yang terhormat, Bapak Ibu dewan juri. Yang saya hormati guru pembimbing dan para pendengar yang berbahagia.
Pertama-tama marilah kita ucapkan puji beserta syukur kehadirat Allah SWT  yang telah memberi rahmat, taufik, hidayah, dan inayahnya kepada kita semua. Salawat beserta salam tidak lupa kita kirimkan kepada junjungan alam yakni Nabi besar Muhammad SAW. Pada kesempatan kali ini saya Nadya Six Octaindra, dari SMP Plus Taruna Andalan PKL. Kerinci Kab. Pelalawan Provinsi Riau. Akan menyampaikan pidato saya dengan judul :
 
WASPADA BERITA HOAX DI MEDIA SOSIAL
Adapun maksud dan tujuan saya berpidato untuk mengikuti lomba pidato daring di Rumah Cermat
 Pendengar yang saya hormati,
Tentu kita semua pernah mendengar bahkan sudah biasa menggunakan media sosial bukan? Media sosial tentu sudah tidak asing lagi bagi kehidupan kita, terutama dikalangan remaja milenial seperti sekarang ini. Dengan adanya media sosial kita bisa mencari informasi melalui situs berita online. Dahulu informasi sangatlah susah untuk dicari. Butuh waktu dan biaya untuk mendapatkan sebuah informasi. Namun sekarang, ditengah era digital ini, informasi sangatlah mudah untuk kita dapatkan.
Pendengar yang berbahagia,
Teknologi informasi berkembang sangatlah cepat, masyarakat dengan mudah membuat, mengakses, maupun membagikan informasi. Hanya dengan klik, klik dan klik saja maka informasi bisa kita baca melalui situs  berita online, media sosial, atau berbagai sumber lainnya. Kemudahan akses internet ini pun membawa banyak dampak bagi kita. Baik yang positif maupun yang negatif. Salah satu dampak negatifnya adalah mudahnya berita hoax tersebar di masyarakat. Hoax artinya berita atau informasi palsu yang dibuat - buat sedemikian rupa untuk mempengaruhi orang lain.
Ya, jika dahulu kita sulit mencari informasi, maka sekarang kita juga sulit dalam menyaring informasi. Mana yang benar dan mana yang hoax kadang susah untuk kita bedakan. Inilah yang sangat berbahaya. Pelaku penyebar hoax pun banyak ragamnya. Ada yang politik, SARA, pornografi atau muatan lainnya yang mereka tujukan kepada masyarakat luas. Tujuannya hanya satu, yaitu menanamkan pemahaman yang salah dan keliru kepada kita semua.
Pendengar yang saya hormati,
Di media sosial, banyak sekali berita atau informasi palsu yang tersebar baik itu di grup Whatsapp, Facebook, instagram, dan sejenisnya. Mungkin ada yang bertanya-tanya “Mengapa hoax dimedia sosial sangatlah banyak? “ Jawabannya sudah jelas, karena dimedia sosial penyebaran informasi sangat mudah dan cakupannya sangatlah luas. Hanya dengan satu kali klik saja, maka kita sudah bisa menyebarkan berita atau informasi kepada orang lain.
Oleh sebab itu, Sebelum kita membagikan suatu informasi kepada orang lain, sebaiknya kita harus benar-benar memastikan apakah berita itu benar adanya. Jangan sampai kita menjadi orang yang menyebarkan berita hoax. Berbagi informasi itu baik dan sangat penting untuk kita semua. Akan tetapi, kita harus bijak dalam menanggapi dan membagikan suatu informasi tersebut.
Pendengar yang berbahagia,
Kesimpulan yang dapat diambil dari pidato saya adalah berita atau informasi hoax mudah menyebar di media sosial sehingga kita sulit membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar. Maka dari itu, sebelum kita memposting atau membagikan sebuah informasi kepada orang lain, sebaiknya pastikan dahulu apakah berita itu benar adanya. Jangan sampai kita menjadi orang yang menyebarkan berita hoax.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan. Harapan saya kepada para penonton yang berbahagia  agar dapat menlike video saya serta memberikan kritik dan komentar untuk kesempurnaan pidato ini. Wabillahi taufik walhidayah. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu.

0 komentar:

Posting Komentar