"DINDRA"

"DODI INDRA"

"DINDRA BERNAS"

INDRA

 

“NILA GORENG SAUS PADANG 

 PEDAS MANIS CINTA NUSANTARA.”










( Berdua ) Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

( Fadisha ) Selamat datang di stand masakan Besty 9.5.

( Ferdy ) Bernas Student Community kelas 9.5 SMP Negeri Bernas.

 

( Ferdy ) Hari ini, Kami mempersembahkan sajian sederhana namun penuh makna, Sebuah cita rasa yang lahir berasal dari air, tumbuh dari bumi,
dan diracik dengan cinta.

 

( Berdua ) “Nila Goreng Saus Padang – Pedas Manis Cinta Nusantara.”

 

( Fadisha ) Kami memilih ikan karena bagi kami, ikan adalah simbol kehidupan. Ikan hidup di air yang luas tetap berenang, Begitu pula manusia Indonesia yang tangguh menghadapi gelombang, namun lembut dalam rasa.

 

( Ferdy ) Ikan sangat bergizi, mengandung protein, omega-3, vitamin, dan cinta alam yang murni. Sementara itu, saus Padang, kami pilih karena ia berani. Pedasnya menggugah, aromanya menggoda, menyatukan cabai, tiram, tomat, dan bawang dalam satu keharmonisan rasa. Pedas, karena hidup butuh semangat. Manis, karena cinta butuh kehangatan.

 

( Fadisha ) Itulah alasan kami memberi judul masakan utama kami dengan
“Pedas Manis Cinta Nusantara.”

 

( Ferdy ) Karena kami ingin menggambarkan Indonesia. Pedasnya perjuangan, manisnya persaudaraan, dan keindahan keberagaman rasa yang menyatu dalam satu piring penuh makna.

( Fadisha ) Prosesnya sederhana. Ikan segar dibersihkan, dilumuri jeruk nipis agar jernih rasanya, lalu digoreng setengah matang, agar tetap lembut ketika bersatu dengan bumbu.

 

( Ferdy ) Sementara itu, bumbu Padang ditumis perlahan. Aroma bawang, cabai, tiram dan tomat berpadu seperti doa yang naik dari dapur,
membangunkan selera dan kenangan.

 

( Fadisha ) Ketika sausnya mulai kental, kami angkat dan dituangkan ke atas ikan. Sehingga ikan diselimuti dengan saus.  Inilah Ikan Saus Padang.  Pedasnya semangat, manisnya cinta, dan hangatnya Nusantara.

 

( Ferdy ) Selain masakan utama Ikan Saus Padang, kami juga menyajikan Ikan gembul sambal Padang, tahu dan tempe goreng lembut, Rebusan Terong, sayur lalapan. Kami juga menyajikan minuman Syrup timun berselasih yang nikmat dan menyegarkan.

 

( Fadisha ) Hadirin dan dewan juri yang kami hormati, melalui sajian ini kami ingin menyampaikan pesan sederhana bahwa masakan Indonesia bukan hanya tentang rasa, tapi juga tentang jiwa, tentang cinta, dan tentang siapa kita.

         

( Berdua ) Terima kasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

SUSUNAN ACARA PELUNCURAN BUKU ANTOLOGI PUISI

LIKA LIKU SAHABAT 

KJARYA PESERTA DIDIK SMP NEGERI BERNAS





Menggelar acara di gedung Seminai

Acara dibuka di pagi hari

Sebelum acara kita mulai

Jawablah salam sepenuh hati

 

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatu

 

Yang terhormar Kepala SMP Negeri Bermas

Yang saya hormati Ustad Ustazah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Serta Peserta didik SMP Negeri Bernas yang selalu dibanggakan

 

Antologi Puisi "LIKA LIKU SAHABAT” ini merupakan kumpulan puisi-puisi karya terbaik penyair - penyair muda yang tergabung dalam kelompok ekstrakunkuler Sastra di Sekolah Menengah Pertama Negeri Bernas yang kami beri nama "BESTY" Bemas Sastra Community.

 

Puisi-puisi sarat makna ini diperuntukkan untuk memaknai arti sahabat, kawan dan teman yang tentu mempunyai perbedaan dalam kenyataannya. Intrik dan pengaruhnya memberi makna berkesan yang tentu tak mudah untuk dilupakan begitu saja. Semua yang tertera merupakan suatu keajaiban dan anugrah yang sangat luar biasa. Proses penciptannya yang cukup panjang serta makna yang terkadang kurang tersampaikan menjadi kendala tersendiri sehingga butuh seni tersendiri untuk merampungkannya

 

Kami menyadari untuk orang lain mungkin saja memandang puisi puisi ini tiada manfaatnya. Namun bagi kami sungguh Antologi Puisi ini sangat berarti dan mempunyai kesan serta keunikan tersendiri dalam penciptaannya.

 

Ustad ustazah dan peserta didik SMP Negeri Bernas. Inilah persembahan dari BESTY. Bernas Sastra Community. Antologi Puisi Lika-Liku Sahabat. Menakrifkan Makna Sahabat Melalui Untaian Aksara

 

Dinda Febyola.

Peserta didik di kelas VIII.5 SMP Negeri Bernas

 

Sahabat sejati satu hati

Sahabat dalam suka maupun dalam duka nestapa

Selalu bersimpati di apapun keadaannya

 

 Dini Lorenza.

Peserta didik kelas VII,2 SMP Negeri Bernas

 

Sahabat

Engkau bagaikan permata

Yang selalu membuat hari-hari ku

Menyenangkan penuh warna

 

 

Ganis Laili Aqila

Siswi kelas VIII.1 SMP Negeri Bernas

 

Teman kau bagai malaikat

Engkau selalu memberiku motivasi

Membuatku nyaman bersamamu

Aku sangat beruntung mempunyai teman sepertimu

 

 

Khaisyah Rici Maharani

Peserta didik di kelas VII.2 SMP Negeri Bernas

 

 

Sahabat

Terimakasih telah memberikanku kenyamanan luar biasa

I love you sahabat

 

 

Mahir Basman Rizal

Peserta didik di kelas VIII.5 SMP Negeri Bernas

 

Sahabat...

Aku ingin kau menjadi langit senja

Merah merona namun menyejukkan hati yang terluka

Aku ingin kau menjadi langit senja.

Hadir sesaat namun selalu dirindukan air mata Kerinduan.

 

 

Muhammad Aril Aruan

Peserta didik di kelas VIII.1 SMP Negeri Bernas

 

Sosok sahabat adalah....

Dia yang tak pernah mendengki

Yang tak menikam dari belakang

Yang membela di saat orang lain mencela

Tetap peduli tak mau menyakiti

 

Nadilla Amanda Syahira

Peserta didik di kelas VII.2 SMP Negeri Bernas

 

 

Kawan

Senang kita lalui bersama

Aku merasa sepi

Kesepian saat kau pergi

Aku ingin selalu bersama

Selalulah setia

 

 

Raissa Ramadhani

Peserta didik di kelas VII.2 SMP Negeri Bernas

 

Sahabat engkau bagaikan permata di hidupku

Penuh liku di setiap perjalanan persahabatan kita

Penuh senyum di saat kita bersama

Menghayati kebersamaan

 

 

Riza Cahyana Anwar

Peserta didik di kelas VII.5 SMP Negeri Bernas

 

Jika kerusakan sungai cerminan kehancuran negeri

Maka penghianatan cerminan kehancuran pertemanan

 

 

Saskia Setiani

Peserta didik di kelas VII.2 SMP Negeri Bernas

 

 

Sejuta rangkaian kata

Berwujud bagi memori

Untuk seorang sahabat

Yang setia mengisi hati dan hari-hariku

 

 

Syakira Fairuz KA

Peserta didik di kelas VII.2 SMP Negeri Bernas

 

Selalu memberiku semangat

Selalu berjuang untuk kebaikan bersama

Selalu membelaku

Ya, dia adalah sahabatku

Sahabat terhebat bagiku

 

 

 

Thalita Gafrila.

Peserta didik di kelas VIII.3 SMP Negeri Bernas

 

Sahabat itu..

Ibaratkan rumah keduaku

Aku sangat sayang kepada sahabatku

Maupun sebaliknya

 

Kepada Kepala SMP Negeri Bernas Ibu Marisah S.Ag, M,Pd untuk menerima buku Antologi Puisi Lika Liku Sahabat

 

Selanjutnya Kami mohon kesediaan Ibu Marisah S.Ag, M.Pd untuk memberikan sertifikat kepada Peserta didik yang sudah berkontribusi sebagai penulis dalam antologi Lika Liku Sahabat

 

Pergi tamasya ke gunung gede

 Pulangnya dibekali sebungkus rambutan

Yang terhormat Ibu Marisah S.Ag. M.Pd

Kami mohon untuk memberikan kata sambutan

 

Minum es campur di pinggir pantai

Es campur ditaburi biji selasih

Kata sambutan sudahlah selesai

Kepada Ibu Marisah kami ucapkan terimakasih

 

Demikianlah acara peluncuran buku Antologi Puisi Lika-Liku Sahabat. Maha karya BESTY. Bernas Sastra Community pada hari ini.

 

 




Bekudo bono nama tarian ombaknya

Sudah terkenal di sepenjuru dunia

Salam terakhir penutup acara

Semoga kita semua selalu bahagia

 

Terimakasih banyak. Mohon maaf jika ada salah dan janggal

Salam dan bahagia

Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatu

 

 
CURAHAN HATI SEORANG GURU
 
CURHATKU,
DARI ORANG YANG KAU PANGGIL GURU
 
 
























 



























Untukmu duhai anak-anakku
Dengarlah curahan isi hatiku
Orang yang kau panggil guru
 
 
Anakku, tidakkah kau tahu?
Disaat embun masih menetes di lembaran daun pohon waru
Dikala mentari enggan menampakkan diri malu - malu
Kubangun buka mata menyambut azan Shubuh yang mengalun syahdu
Kuayun langkah kaki terburu buru
Mengejar bel berbunyi penanda waktu
Terbayang senyum di bibirmu
Menyambut hangat kedatanganku di depan pintu
 
 
Harapku
Kau akan jawab salamku dengan kompak menyeru
Ucapan lembut sapamu menyejukkan kalbu
Namun...
Ternyata itu hanya ilusi, mimpi harapan palsu
Engkau sibuk membuat PR Matematika dari temanku
Hingga kau tak sadar aku telah menatapmu
Dari lima menit yang lalu
 
 
























































Anakku,
Kucoba sabar memberi ilmu
Disaat engkau tak peduli tak mau tahu
Kudorong memotivasimu
Dikala engkau merasa tak mampu
Dengan keikhlasan aku mendidikmu
Kuteladankan santun lisan sopan berprilaku
Dengan cinta aku bimbing tanganmu
Saat kau bingung arah mana hendak dituju
 
 
Dalam cercaan, makian, hinaan, cibiran menusuk kalbu
Aku tetap tegar kokoh digugu
 
 
Dalam tekanan, paksaan, ancaman, sakit ngilu
Aku tetap setia disampingmu
 
 
Walau badanku makin lemah tulang pegal linu
Ku tetap bangkit sembunyikan malas dan juga malu
 
Karena itulah darmaku
Sebagai seorang guru
 







































 
 












Anakku
Ku marah karena ku ingin kau terarah
Ku menghardik karena ku ingin kau pintar dan cerdik
Ku bicara nyinyir karena kau lamban berfikir
Ku cubit pertanda ku sayang bukannya genit
Ku diam pertanda aku mulai tak senang
Ku sabar walau kau tak sadar - sadar
Akhirnya ku cuek, walau kau ejek
Karena sikapmu sudah diluar nalar
Kurang ajar melewati batas kewajaran
 
 
 








































Anakku
Aku bukanlah orang hebat
Ku tak punya harta, kuasa, apalagi dekingan pejabat
Aku orang biasa, hanya rakyat jelata
Yang terkadang lupa sesekali juga berdusta
Anak-anakku
Aku hanya memberi motivasi, engkau yang berprestasi
Aku hanya mengispirasi, engkau yang berkibar di tiang tertinggi
Ku coba beri pelita, engkau yang gemerlap gempita
Ku coba beri wama, engkau yang akan bereuforia
Ku tunjukkan arah engkau yang berjalan gagah
Ku sarankan proses engkau yang menggapai sukses
 
 
 
Anakku,
Aku bukanlah pesulap
Sim salabim tercipta siswa berbudi mulia
Abra kadabra terbentuk insan cendikia
 
 
Sekejap mata, muncul siswa berbakat, beraneka keterampilannya
Tidak...
Aku bukan pesulap anakku
Aku hanya guru. Hanya seorang guru.
Taklah ku mampu ubah pesimis jadi optimis
Tak lah ku bisa ubah, getir menjadi manis
Walau tertatih, merintih, mengais, histeris
Meski pasang wajah bengis, sadis, sampai melankolis
Aku akan tetap begini, engkaulah yang akan bermetamorphosis
 
 
 
Anakku,
Aku juga bukan malaikat
Harus tersenyum manis, walau hati teriris
Tak boleh pesimis, walau sering tak digubris
Bukan sekedar absensi tetapi harus ukir prestasi, berdedikasi
Aku bukan malaikat anakku
Harus selalu empati walau sering tak dapat simpati
Berpenampilan rapi bukan sekedar mandi dua kali sehari
Tak boleh salah walau terkadang kehilangan arah
Harus selalu riang walau hati terluka parah
Tak boleh mengeluh, harus tegar, dalam keringat berpeluh
Tak boleh menggerutu, walau kalian bikin hatiku ngilu
 
 










































































Anakku
Aku bukan orang hebat
Aku bukan pesulap
Aku juga bukan malaikat
Aku bukanlah siapa siapa
Aku ini hanya gurumu
Hanya gurumu
Gurumu
Sampai kau tamat, terima ijazah dan SKHU
Salam terakhir
Setelah itu kau pun berlalu
Selanjutnya
Hanya tuhanlah yang tahu