"DINDRA"

"DODI INDRA"

"DINDRA BERNAS"

INDRA


ISTIQAMAH BERAMAL 

SETELAH BULAN RAMADHAN

 



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Marilah kita ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan banyak sekali kenikmatan kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang insya Allah mulia ini.

Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Berkat perjuangan beliau dan para sahabatnya, kita dapat merasakan indahnya islam seperti sekarang ini.

Yang saya hormati ustad pembimbing dan teman – teman yang dirahmati Allah.

Dalam bulan Ramadan, kita belajar banyak hal. Belajar menjadi orang baik. Belajar sabar, meningkatkan amal ibadah dan amalan baik lainnya, Namun yang harus kita ingat, perjuangan menjadi hamba Allah yang baik tidak hanya dilakukan ketika Ramadan saja. Menjadi hamba Allah yang baik harus berlanjut dan berkesinambungan sepanjang kehidupan kita. Setelah bulan Ramadan yang penuh dengan kebaikan ini pergi, tugas kita yang paling utama adalah beristikamah, konsisten, dan kontinyu di dalam menjalankan segala perintah Allah Ta’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda,




 “Amalan yang paling dicintai di sisi Allah Ta’ala adalah amalan yang kontiniyu walau jumlahnya sedikit.” (HR. Bukhari no. 5861 dan Muslim no. 782, 783)

 

Hadirin yang berbahagia. Bagaimana caranya agar kita mudah beristikamah setelah perginya bulan Ramadan yang mulia ini?

Pertama, jangan pernah tinggalkan amalan wajib.

Ada beberapa ibadah dan amalan yang telah Allah Ta’ala wajibkan kepada setiap muslim. Jangan sampai kewajiban kewajiban tersebut kita tinggalkan dan kita sia-siakan ataupun dikerjakan di luar waktu yang telah ditentukan. Terutama adalah ibadah Sholat lima waktu.

 

Kedua, rutinkan amal sunah yang ringan.

Menjaga rutinitas amalan sunah sekalipun itu ringan, akan membuat ibadah kita kepada Allah Ta’ala selalu terjaga. Karena ingin kita rutinkan, maka cobalah yang ringan terlebih dahulu. Bersedekahlah secara rutin, Rutinkan sholat sunah, puasa sunnah dan lain sebagainya. Di antara amalan sunah yang bisa kita kerjakan setelah perginya bulan Ramadan ini adalah berpuasa enam hari di bulan Syawal. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,



 “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)

 

 

Jamaah yang dimuliakan Allah Ta’ala.

Tips ketiga untuk menjaga keistikamahan kita selepas Ramadan adalah berteman dengan orang saleh.

Mengapa? Karena teman memiliki pengaruh besar bagi seseorang. Jangan sampai, teman-teman yang kita miliki menyeret diri kita ke jurang bahaya sementara kita tidak menyadarinya. Bertemanlah dengan orang-orang yang baik dan  saleh.

 

Tips keempat yang akan membantu kita untuk terus istikamah adalah tidak pernah lupa berdoa kepada Allah Ta’ala agar dimudahkan menjadi hamba yang istikamah.

Seorang hamba tidak akan bisa menjadi baik dan istikamah, kecuali berkat pertolongan dan taufik dari Allah Ta’ala.

 

Akhir kata, marilah kita berdoa memohon kepada Allah, agar diberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat, dimudahkan juga istikamah, dan konsisten dalam beramal. Semoga Allah Ta’ala memberikan kesabaran dan kemudahan bagi kita semua



Demikianlah yang dapat saya sampaikan, semoga ceramah singkat ini dapat memberi rmanfaat. Mohon maaf jika ada salah dan khilaf.  Saya akhiri, Wa billahi taufik wal hidayah,  wassalammualaikum, wr wb.

 

 

 

PENTINGNYA MENGHORMATI GURU









Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Yang saya hormati ustad pembimbing serta teman-teman yang saya cintai.

Alhamdulillah, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal'afiat. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang saya hormati,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin menyampaikan betapa pentingnya menghormati guru. Guru adalah sosok yang memiliki peran sangat penting dalam kehidupan kita. Mereka adalah orang-orang yang dengan sabar dan penuh kasih membimbing kita, memberikan ilmu pengetahuan, serta membantu kita dalam mencapai cita-cita.



“Belajarlah kalian ilmu untuk ketenteraman dan ketenangan, serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya.”  (HR. Ath-Thabrani)

Menghormati guru bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga merupakan ajaran agama yang sangat ditekankan dalam Islam. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Bukan termasuk umatku orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak orang alim (guru)." (HR. Ahmad)

Hadits ini mengingatkan kita bahwa menghormati guru adalah bagian dari adab dan akhlak seorang muslim. Guru adalah orang alim yang memiliki hak untuk dihormati karena peran mereka dalam mendidik dan membimbing kita menuju jalan yang benar.

Menghormati guru bisa kita lakukan dengan berbagai cara, seperti:

1.    Mendengarkan dengan baik ketika guru mengajar.

2.    Menjaga sopan santun dalam berbicara dan berperilaku di depan guru.

3.    Menaati perintah dan nasihat guru selama tidak bertentangan dengan ajaran agama.

4.    Menghargai usaha dan jerih payah guru dalam mendidik kita.

Hadirin yang berbahagia,

Menghormati guru juga merupakan salah satu bentuk syukur kita kepada Allah SWT. Allah memberikan ilmu kepada kita melalui perantaraan guru. Tanpa mereka, kita tidak akan bisa membaca, menulis, atau memahami banyak hal dalam kehidupan ini. Selain itu, kita juga harus memahami bahwa menghormati guru dapat membuka pintu keberkahan dalam hidup kita. Dengan menghormati dan mendoakan kebaikan untuk guru, insya Allah, ilmu yang kita peroleh akan menjadi lebih bermanfaat dan membawa keberkahan dalam kehidupan kita.

Hadirin yang saya cintai,

Marilah kita selalu menjaga adab dan etika dalam berinteraksi dengan guru. Mari kita tunjukkan rasa hormat dan penghargaan kita kepada mereka setiap saat. Semoga dengan demikian, Allah SWT senantiasa memberikan kita ilmu yang bermanfaat, serta keberkahan dalam setiap langkah hidup kita.

Demikian pidato yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih atas perhatian hadirin sekalian. Akhir kata, mohon maaf atas segala kekurangan.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 



ISRA' MI'RAJ PERJALANAN SPIRITUAL

 NABI MUHAMMAD SAW DAN MAKNANYA

 BAGI KITA SAAT INI

 

Nabi yang kaya, nabi Sulaiman

Nabi yang kuat, nabi Musa

Wahai sahabat satu iman

Jawablah salam dengan sempurna

 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillah. Walhamdulillah. Assholaatu wassalaamu ’ala rasuulillah. Wa ’ala alihi washahbihi wamawwaalah.

Yang terhormat, dewan juri lomba ceramah Isra Mi’raj.

Yang saya hormati ustadz, ustazah dan teman - teman yang hadir di acara yang penuh makna ini.   

          Alhamdulillah, kita berkumpul hari ini untuk memperingati salah satu peristiwa agung dalam sejarah Islam, yaitu Isra' Mi'raj. Peristiwa ini bukan sekadar kisah legenda, melainkan bukti nyata dari kekuasaan Allah SWT dan pengakuan atas kenabian Rasulullah Muhammad SAW. Mari kita bersama-sama menggali makna dan pelajaran dari perjalanan malam yang luar biasa ini.

Allah berfirman dalan surat Al Isra ayat 1

 

 

  "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". 

          Isra' Mi'raj terjadi pada tahun 621 Masehi, tepatnya pada malam tanggal 27 Rajab. Pada malam itu, Rasulullah SAW diangkat oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Perjalanan ini dikenal sebagai Isra', yang berarti "perjalanan malam". Dari Yerusalem, beliau kemudian dinaikkan ke langit ke tujuh, hingga mencapai Sidratul Muntaha, tempat terdekat dengan Arasy Allah SWT. Ini adalah Mi'raj, yang berarti "tangga" atau "naik".

          Dalam perjalanan ini, Rasulullah SAW bertemu dengan para nabi terdahulu, seperti Nabi Ibrahim, nabi Musa, dan nama Isa AS. Beliau juga menyaksikan surga dan neraka, serta menerima perintah shalat lima waktu. Bayangkan, dalam satu malam, Rasulullah SAW menempuh jarak yang luar biasa, bukan dengan pesawat. Tidak mengendarai roket yang canggih. Melainkan dengan izin dan kekuasaan Allah SWT. Ini menunjukkan bahwa batasan duniawi tidak berlaku bagi orang yang dikasihi-Nya.

         

          Sahabat semua yang dirahmati Allah SWT.

          Apa makna Isra' Mi'raj bagi kita hari ini? Pertama, ini mengajarkan tentang keimanan yang kuat. Rasulullah SAW menghadapi tantangan besar dari kaum Quraisy yang menolak ajaran Islam. Namun, Allah SWT memperkuatnya dengan mukjizat. Ini membuktikan bahwa kebenaran selalu menang.

          Kedua, Isra' Mi'raj mengingatkan kita akan pentingnya shalat. Shalat lima waktu adalah kewajiban yang langsung diperintahkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW di Sidratul Muntaha. Shalat adalah tiang agama, penghubung antara hamba dan Sang Khalik.

          Ketiga, peristiwa ini mendorong kita untuk berjuang dalam kebaikan. Rasulullah SAW tidak hanya menerima wahyu, tetapi juga diperintahkan untuk menyampaikannya. Kita, sebagai umatnya, harus meneladani semangat itu menyebarkan Islam dengan hikmah, sabar, dan kasih sayang. Di era modern ini, di tengah tantangan global seperti kemiskinan, perpecahan, dan fitnah, Isra' Mi'raj menginspirasi kita untuk tetap teguh dalam iman dan amal shaleh.

         

           Saudara-saudara seiman,

          Marilah kita jadikan Isra' Mi'raj sebagai momentum untuk introspeksi diri. Apakah kita telah menjalankan shalat dengan khusyuk? Apakah kita telah berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT? Mari kita tingkatkan ibadah kita, perbaiki akhlak, dan sebarkan rahmat Islam ke seluruh penjuru dunia.

          Akhir kata, Mari kita berdoa semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk meneladani Rasulullah SAW. Semoga peringatan Isra' Mi'raj ini membawa berkah dan hidayah bagi kita semua.  Amin Amin Ya rabbalalamin. Mohon maaf jika ada kesalahan. Terimakasih untuk semua perhatian.

"Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka, wa atubu ilaik

Ke Pelalawan mencari ikan

Ikan dihidang di atas talam

Ceramah isra mi’raj sudah disampaikan

Saya akhiri dengan ucapan salam

 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

PELAJARAN DALAM PERISTIWA AGUNG 

ISRA’ MI’RAJ


 

          Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

          Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washolatu wassalamu ala asrofil anbiya i wal mursalin Sayyidina wa Maulana Muhammadin wa ala alihi wa shohbihi rasulillahi ajma'in.  Amma ba'du

          Segala puji hanya milik Allah SWT, Tuhan semesta alam. Atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul untuk memperingati salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam, yaitu Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik sepanjang masa.

         

          Yang terhormat, dewan juri lomba ceramah Isra Mi’raj.

          Yang saya hormati ustadz, ustazah dan teman - teman yang hadir di acara yang penuh makna ini.   

 

          Hadirin yang dirahmati Allah,

 

          Tahukah kita bahwa Isra’ Mi’raj terjadi di saat Nabi Muhammad SAW berada pada masa yang sangat berat dalam hidupnya? Saat beliau kehilangan orang-orang yang disayang. Yakni istri tercinta sayyidah Khodijah dan paman yang selalu membela Abu Tholib.  Selain itu beliau juga menghadapi penolakan dari kaumnya. Namun justru di saat itulah Allah SWT memanggil Rasul-Nya untuk melakukan perjalanan luar yang biasa, sebagai bukti bahwa setelah kesulitan, pasti ada pertolongan.

          Firman Allah mengenai Isra Mi’raj terdapat dalam surat Al Isra ayat pertama yang berbunyi.

  


 

        

 "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". 

         

          Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu naik ke Sidratul Muntaha. Peristiwa ini adalah pesan langsung dari Allah kepada seluruh umat Islam, bahwa shalat adalah ibadah yang sangat istimewa.

 

 

Seperti cuplikan lagu berikut ini

 

Di suatu malam di bulan Rajab

Allah memanggil nabi Muhammad

Dari masjidil Haram ke masjidil Agsa

Dari masjidil Aqsa ke Sidratul muntaha

Untuk menerima wahyu sholat

Sehari semalam tujuh belas rakaat

 

 

          Hadirin sekalian,

 

          Berbeda dengan perintah ibadah lainnya yang disampaikan melalui malaikat Jibril, perintah shalat disampaikan langsung oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam kehidupan seorang muslim. Shalat adalah tiang agama, penolong di kala susah, dan pembeda antara yang beriman dan yang lalai.

          Namun sayangnya, masih banyak di antara kita yang menunda shalat, bahkan melalaikannya. Padahal, shalat bukanlah beban, melainkan kebutuhan. Shalat mengajarkan kita kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketenangan hati.

 

          Hadirin yang berbahagia,

 

          Isra’ Mi’raj juga mengajarkan kita tentang keimanan dan ketaatan. Tidak semua hal dapat dijelaskan dengan logika, tetapi iman mengajarkan kita untuk percaya bahwa apa yang datang dari Allah pasti mengandung kebaikan. Dari peristiwa ini, kita diajak untuk tidak mudah menyerah, tetap taat, dan terus memperbaiki diri meskipun dalam keadaan sulit.

         

 

          Sebagai pelajar, nilai Isra’ Mi’raj sangat relevan dengan kehidupan kita sehari-hari. Disiplin shalat akan membentuk disiplin waktu belajar. Ketaatan kepada Allah akan menumbuhkan akhlak mulia kepada guru, orang tua, dan sesama teman.

 

          Hadirin yang dimuliakan Allah,

 

          Mari kita jadikan peringatan Isra’ Mi’raj ini bukan hanya sebagai acara seremonial, tetapi sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pribadi yang menjaga shalat, memperkuat iman, dan memperindah akhlak.

          Akhir kata, semoga kita semua termasuk dalam golongan umat Nabi Muhammad SAW yang kelak mendapatkan syafaatnya di hari kiamat. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Sesungguhnya yang benar itu datangnya dari Allah dan kekhilafan berasal dari diri saya sendiri. Terimakasih untuk semua perhatian.

 

          Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


 

PAK ANDE AND THE GIANTS

 




            Long ago, there lived a poor man named Pak Ande. He was foolish and lazy. His wife worked hard every day to support the family.

            “Pak Ande, you must work,” said his wife.

            “If you don’t work, what will we eat?”

            Finally, Pak Ande accepted a job on a ship that sailed once a week. Early in the morning, his wife and child took him to the harbor. However, Pak Ande did not get on the ship. He went back home and hid in the storage room for seven days.

            One night, some rats came and bit Pak Ande’s lips. He felt pain, but he stayed quiet because he was afraid his wife would find him. After one week, his wife cleaned the storage room. She was shocked to see Pak Ande.

            “You lied to me!” she said angrily.

            The child was scared when he saw his father’s face without lips. Then, Pak Ande’s wife left the house with the child. Pak Ande followed them. On the way, they felt very thirsty.

            “Pak Ande, climb the coconut tree,” said his wife.

            After drinking coconut water, they walked into the forest. Suddenly, they heard strange sounds.

            “What is that sound, Mom?” asked the child.

            They saw two giants eating people.

            “Be quiet!” whispered the wife.

            Suddenly, the child shouted, “I’m hungry!”

            The giants heard the voice and walked closer.

            “We will eat you!” said one giant.

            Pak Ande stood in front of his family. When the giants saw his face, they became scared.

            “His face is very scary!” shouted a giant.

            The giants ran away and left their place. Inside, Pak Ande and his family found gold and diamonds.

            “We are rich now,” said the wife.

            They went home and sold the treasure. Their lives became better. They had a big house and enough food. However, Pak Ande did not change.

            “I don’t need to work anymore,” said Pak Ande.

            His wife sighed. Money can change life, but it cannot always change a person.

 

ADVERTISEMENT

 



 

1.   Definition of Advertisement

 

Advertisement is a public notice or announcement that promotes a product, service, or event to persuade people to buy or use it.

 

          Or


An advertisement is a text that tells people about something and asks them to buy, use, or join it.

 

 

2.   Purpose of Advertisement

 

The purposes of advertisement are:

 

1. To introduce a product or service

2. To persuade people to buy or use it

3. To give information about something

4. To attract attention

 

Example:
An advertisement for a new café wants people to come and try the food.

 

3. Types of Advertisement

          A. Based on the Form

1.   Printed Advertisement

o    Newspaper

o    Magazine

o    Poster

o    Brochure

2.   Digital Advertisement

o    Social media ads

o    Website ads

o    YouTube ads

3.   Broadcast Advertisement

o    TV commercials

o    Radio ads

 

 

          B. Based on the Purpose

1.   Commercial Advertisement
→ To sell products or services
Example: shampoo, shoes, phone

2.   Non-Commercial Advertisement
→ To give information or social message
Example: anti-smoking campaign, education campaign

 

4.   Generic Structure (Parts of Advertisement)

          An advertisement usually has:

1.        Headline
→ The title. It must be interesting.
Example: “Feel Fresh Every Day!”

2.        Body (Description)
→ Information about the product or service.
Example: benefits, price, features

3.        Call to Action (CTA)
→ A sentence that asks people to act.
Example:

o    Buy now!

o    Visit us today!

o    Call this number!

4.        Contact Information
→ Phone number, address, website, etc.

 

5.   Language Features of Advertisement

1.   Use simple and persuasive language

2.   Use adjectives (fresh, cheap, new, best)

3.   Use imperative sentences

o    Try it now!

o    Don’t miss it!

4.   Use short and catchy sentences

 

 

6. Requirements of a Good Advertisement

A good advertisement must:

✅ Be clear
✅ Be attractive
✅ Be short and simple
✅ Give complete information
✅ Be persuasive
✅ Use correct grammar

 Example





THANKS