KARYA
TULIS ILMIAH
CARA MENGATASI
LIMBAH MASKER SEKALI PAKAI
DISUSUN
OLEH :
NADYA SIX OCTAINDRA
NIS
/ NISN : 2037 / 0065125099
SMP
PLUS TARUNA ANDALAN
KABUPATEN
PELALAWAN
TAHUN
2020
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Virus Corona atau yang kita kenal dengan nama
Covid-19 merupakan virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Virus ini
mudah menyebar melalui udara. Penderita virus Corona akan menyebarkan virus ini
melalui batuk, bersin, dan nafasnya. Oleh sebab itu sangat penting untuk selalu
memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan dengan sabun.
Masker
merupakan selembar alat yang biasanya terbuat dari kain yang digunakan untuk
menutup mulut dan hidung. Masa pandemi virus Corona memaksa semua kalangan
masyarakat untuk memakai masker. Masker sudah menjadi kebutuhan pokok yang wajib
dipenuhi. Masyarakat memakai masker ketika keluar rumah terutama di tempat yang
ramai seperti dipasar, di jalan, dikantor dan lainnya.
Banyak
sekali himbauan pemerintah untuk selalu memakai masker, baik melalui televisi,
radio, koran, sampai ke spanduk- spanduk yang ada di pinggir yang dipasang jalan. Pemerintah
pusat juga sudah mewajibkan semua orang yang keluar rumah untuk memakai masker.
Himbauan ini merujuk pada anjuran Badan Kesehata Dunia ( WHO ) sebagai salah satu upaya pencegahan penularan virus Corona.
Namun prakteknya di lapangan masih banyak masyarakat yang tidak sadar dan tidak mau memakai masker
dan bebas berkeliaran dijalan umum. Sehingga akhirnya pemerintah setempat
mengeluarkan sejenis hukuman seperti membayar denda, kerja bakti dan lain
sebagainya dengan tujuan agar pelanggar merasa jera dan kapok serta sadar akan
pentingnya kesehatan yang dapat berpengaruh terhadap diri sendiri dan orang
lain.
Himbauan
pemerintah untuk menggunakan masker jika keluar rumah tentu ada alasannya. Alasan tersebut adalah :
1.
Masker bisa menghambat
penularan virus.
Peneliti mengungkapkan bahwa
masker bisa melindungi saluran pernapasan dari penularan virus, sebab virus bisa
menyebar melalui (drople) percikan, (microdroplet)
menyebar lewat udara dan aerosol (tetesan
cairan)
2.
Masker mencegah orang menghirup microdroplet
Microdroplet
dapat berisiko tinggi jadi media menularkan corong partikel kecil keluar dari
hidung atau mulut saat kita berbicara, bersin dan batuk.
3.
Masker melindungi diri
sendiri dan orang lain
Dengan memakai masker maka
seseorang dapat melindungi dirinya dari virus Corona yang bisa menginfeksi
seseorang tanpa menimbulkan gejala apapun dan bisa menularkan ke orang lain.
Beberapa
alasan orang tidak suka dan tidak mau memakai masker diantaranya adalah belum
tahu fungsi dan manfaat masker, tidak bisa memakai masker dengan benar, tidak
terbiasa dan tidak tahu perawatannya. Oleh sebab itu untuk memudahkan seseorang
supaya tahu fungsi dan manfaat menggunakan masker, maka dibiasakan pemakaian
masker di setiap tindakan, waktu, dan tempat. Diharapkan usaha ini dapat menjadi
contoh bagi masyarakat.
Pada
umumnya, masyarakat memakai masker sekali pakai yang dikenal dengan masker
bedah, Penggunaan masker sekali pakai sebaiknya hanya digunakan oleh orang- orang
yang sedang sakit seperti batuk, pilek agar droplet
tidak menular ke orang lain. Karena masker ini wajib diganti apabila sudah
berbau dan kotor dan disarankan untuk mengganti masker ini 2-3 kali dalam
sehari.
Pemakaian
masker setiap hari ini akhirnya menimbulkan sebuah masalah yakni timbulnya
limbah masker. Limbah masker ni sering kali dibuang sembarangan. Masker sekali
pakai yang dibuang sembarangan dapat menimbulkan kekhawatiran. Akan sulit membedakan mana masker bekas yang
sudah dipakai oleh orang yang kondisi kesehatan baik
ataupun berpenyakit dengan masker baru.
Berdasarkan
peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 56 tahun 2015 , masker
dikategorikan sebagai limbah medis yang butuh penanganan khusus karena limbah
masker yang ada di lingkungan akan memunculkan risiko kesehatan dari bakteri
dan virus yang terbawa pada Master bekas tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Masker
Masker
adalah alat pelindung dri yang mamu memberikan efektifitas mencegah penyebaran
virus Corona. Masker yang baik terbuat dari 3 lapis kain yang tiap lapisnya
mempunyai 0,7 sampai 60 persen filtrasi. Masker dirancang untuk melindungi
pengguna dari hirupan partikel udara dan melindungi kesehatan saluran
pernafasan.
Selain
untuk mencegah virus Corona pada masa pandemi, masker juga biasanya digunakan secara rutin
oleh para pekerja untuk mengurangi tingkat debu yang masuk melalui hidung
sehingga dapat merusak saluran pernafasan. Oleh karena itu masker telah terbukti mengurangi infeksi influenza dibandingkan dengan yang tidak
memakai masker.
B.
Jenis-Jenis
Masker
WHO
menegaskan pada masyarakat untuk
menggunakan masker yang sesuai dengan standar kesehatan. Masyarakat harus
mengetahui mana masker untuk masyarakat umum dan mana masker untuk tenaga
medis. Masker memiliki jenis dan standar yang berbeda-beda. Ada beberapa macam
jenis masker yang perlu kita ketahui di antaranya :
A.
Masker
Kain
Masker
kain harus dicuci dan bisa dipakai berkali-kali. Biasanya masker kain digunakan
oleh masyarakat dalam keadaan sehat dan dipakai ditempat umum. Masker kain juga
dipakai oleh tenaga medis. Jika masker bedah tidak tersedia lagi barulah masker
kain digunakan oleh tenaga medis.
Idealnya masker mengkombinasikan pelindung wajah yang menutupi seluruh bagian
depan dan sisi wajah.
B. Masker Medis
Ada
beberapa macam masker medis, diantaranya :
1.
Masker
bedah (surgical mask )
Masker ini biasa dipakai
oleh petugas medis. Masker ini digunakan saat perawatan atau operasi untuk
mencegah penyebaran bakteri melalui percikkan air liur atau lendir. Masker ini
umumnya memiliki tiga lapisan yang bersifat anti air dan berfungsi memfilter
kuman. Filter masker ini cocok dan mudah digunakan setiap hari dan disarankan sekali
pakai dan apabila sudah lembab.
2.
Masker
N95
Masker N95 merupakan tipe
masker pernapasan. Biasanya harga masker N95 lebih mahal dibandingkan masker
bedah karena kualitasnya lebih superior. Masker ini dapat menyaring 95% kuman
apabila digunakan secara tepat dan juga dapat mencegah partikel-partikel berukuran 2,5 mikrometer . Masker ini tidak
cocok digunakan sehari-hari terutama untuk anak-anak karena sifatnya yang sulit
untuk bernafas saat dipakai
3.
Masker
N99
Ciri- ciri masker N99 mirip
dengan masker N95. tapi pada masker N95 mampu menyaring 99% partikel-partikel
2,5 yang berbahaya. Masker N99 lebih Superior, dapat melindungi dari penyebaran
bakteri dan virus seperti Covid-19. Masker N99 merupakan masker medis yang
sering digunakan di rumah sakit untuk pencegahan penyakit tuberkolosis dan
virus flu lainnya. Masker ini terbuat dari bahan kertas atau serat dan
disarankan diganti setiap harinya
4.
Masker
N100
Masker N100 lebih ampuh dari
masker N lainnya karena dapat memfilter 99,97% dari partikel PM 2,5. Masker ini
dapat melindungi diri dari virus dan flu berbahaya. Masker ini juga dapat melindungi
diri dari partikel non-minyak seperti serbuk sari, biji besi, kayu dan
lain-lainnya yang biasanya terdapat di udara perkotaan
5.
Masker
R95.
Tipe masker ini dapat
menjaga pernapasan dari partikel minyak dan non minyak dan tingkat ketahanan
menengah. Huruf R pada jenis masker ini berarti Resistant to oil. Jika menggunakan masker ini dengan benar maka
masker R95 dapat menangkal 95% dari partikel berbahaya.
6.
Masker
R99.
Masker R99 ini bersifat
antivirus dan dapat melindungi dari 99% partikel
7.
Masker
R100.
Masker R100 memiliki
permukaan anti mikroba. Masker ini
disarankan untuk diganti setelah 8 jam pemakaian walaupun tidak terlihat kotor
karena pernapasan kita yang hangat dapat menjadi sarang kuman pada permukaan masker tersebut.
8.
Masker
P95.
Tipe masih ini dapat
menawarkan perlindungan dari partikel padat dan cair berbasis minyak dan non
minyak, namun tingkat ke efektifan lebih tinggi. Masker P95 ini mampu menyaring
95% partikel di udara
9. Masker P99.
Masker P99 ini lebih mahal
dibandingkan masker lainnya karena paling ampuh menghalau beraneka ragam
partikel. Selain itu batas penggunaan masker ini lebih lama yaitu 40 jam baru
diganti. Masker P99 dapat menyaring partikel berbahaya sebanyak 99%
10. Masker P100.
Masker P100 paling unggul
dari masker kesehatan lainnya. Masker P100 memiliki filter yang dapat diganti
dan disarankan untuk mengganti filter nya setelah 40 jam dari total penggunaan
atau setelah 30 hari setelah dibuka.
C. Bahan pembuat masker
A.
Masker kain.
Penggunaan
masker kain yang ditujukan pada masyarakat umum dinilai lebih hemat dan ramah lingkungan karena
masker kain bisa dicuci dan dipakai ulang. Penggunaan masker kain ini sebaiknya
tidak dipakai lebih dari 4 jam berdasarkan kekuatan filtrasi dan keleluasaan
pengguna untuk bernafas.
Adapun
bahan pembuat masker kain adalah :
1. Katun
( kapas )
Katun memiliki serat kecil
yang dapat menahan partikel virus, sehingga virus tidak dapat menembus kain dan
terhirup oleh penggunanya. Jenis katunnya adalah katun Quilt.
2. Kain
nilon
Kain nilon 70 D cukup efektif
menyaring sekitar 77% partikel besar dan 12 % partikel kecil, dan mudah
bernafas saat digunakan.
3. Kombinasi
katun, sifon, sutra atau flanel.
Menurut penelitian
menggabungkan lapisan katun dengan bahan kain dengan non katun bisa
menghasilkan masker yang lebih efektif.
4. Tisu
handuk.
Tisu handuk lebih nyaman
untuk meningkatkan penyaring partikel. Satu lapisan tisu handuk bisa menyaring
23% dari partikel 0,3 mikro. Sedangkan dua lapisan tisu menyaring 33%.
B. Masker medis.
Masker madis umumnya terbuat dari kain
spunbond yang termasuk non woven atau tidak dirajut yang terbuat dari kain Polypropylene.
Kain spunbond memiliki daya serap, ketahanan dan kekuatan yang baik, serta
berfungsi untuk menyaring dan menghalangi bakteri. Masker yang terbuat dari
Spunbond adalah masker sekali pakai dan harus segera langsung dibuang.
D Keadaan
Limbah Masker Saat Ini
Limbah masker saat ini semakin meningkat di
masa pandemi sehingga menimbulkan berbagai masalah. Salah satu ancamannya
adalahi faktor kesehatan. Apabila limbah masker tersebut tidak dikelola dengan
prosedur yang benar, maka akan menimbulkan masalah baru. Limbah masker umumnya
berasal dari masker sekali pakai yang digunakan oleh masyarakat. Banyak
masyarakat belum memahami cara menangani sampah masker sekali pakai. Terutama
tata cara membuangnya. Seharusnya sampah masker sekali pakai dikelola secara
khusus karena tergolong jenis sampah berbahaya.
Penggunaan masker makin meningkat tajam
terutama pada masa Pandemi Covid-19. Meningkatnya penggunaan masker menimbulkan
ancaman baru baik untuk kesehatan maupun lingkungan. Bahkan setiap bulan menghasilkan
sekitar 129 milyar limbah masker. Limbah masker ini akan berpengaruh terhadap
kesehatan dan lingkungan jika tidak dikelola
dengan baik.
E. Dampak Limbah Masker Bagi
Lingkungan.
Berdasarkan peraturan menteri lingkungan hidup
dan kehutanan no 56 tahun 2015, limbah masker dikategorikan sebagai limbah medis
yang butuh penanganan khusus. Keberadan masker bekas dilingkungan memunculkan risiko
kesehatan dari bakteri dan virus yang terbawa oleh masker bekas tersebut.
Apabila masker bekas tersebut terkena hujan, maka bakteri dan virus masuk
kedalam air dan sumber air minum yang dikonsumsi masyarakat. Oleh sebab itu
pemerintah menganjurkan kepada masyarakat untuk membuang salah satu alat
pelindung diri ini dengan bijak.
F. Cara Mengatasi Masalah
Limbah Masker
Masyarakat pada umumnya meggunakan masker sekali pakai. Oleh sebab itu
jumlah limbah masker ini membludak. Dibutuhkan cara yang efektif untuk
mengatasi limbah masker sekali pakai ini. Ada beberapa cara mengelola limbah
masker ini, yakni
1. Didiamkan
selama 2 hari
Masker
bekas akai sebaiknya didiamkan dulu selama dua hari. Masukkan masker bekas
tersebut kedalam plastik dan letakkan di tempat aman yang tidak mudah
dijangkau. Dengan mendiamkannya selama 2 hari maka virus yang ada pada masker
akan mati karena virus hanya bisa bertahan paling lama 48 jam bila menempel
pada wadah kain apalagi dalam wadah plastik. Setelah 2 hari baru bisa dibuang
ketempat pembuangan sampah.
2. Digunting
atau dipotong-otong
Cara
yang tepat dilakukan sebelum membuang masker bekas adalah dengan cara
menggunting memotong - motong atau merusaknya terlebih dahulu. Cara ini
bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan masker bekas ini, diantaranyadi
didaur ulang atau dijual kembali.
3. Melakukan
proses disinfektan
Sebelum
masker bekas dibuang ke tempat sampah sebaiknya dilakukan terlebih dahulu
penyemprotan disinfektan. Penyempritan disinfektan bertujuan untuk membunuh
virus yang ada dan bersarang pada masker bekas pakai tersebut.
4. Dibuang
ke Tempat Penampungan Sementara ( TPS )
Setelah
masker bekas dipotong-potong, limbah masker itu dibungkus dengan plastik
kemudian dibuang ke tempat sampah khusus
yaitu tempat sampah B3 ( Bahan Berbahaya Beracun ). Ini bertujuan agar
petugas pengumpul sampah mudah memilah sampahnya. Selanjutnya petugas tersebut
membuang semua sampah di tempat pembuangan sampah.
5. Melakukan
Penguapan atau autoklaf
Penguapan
atau autoklaf adalah proses mensterilkan kembali masker bekas tersebut. Caranya
adalah dengan cara nenggunakan uap panas, dicacah, dan akhirnya dibuang ke
Tempat Pembuangan Akhir ( TPA ).
6. Membakar
atau insinerasi
Pembakaran
masker bekas dapat dilakukan jika maskernya berjumlah banyak. Limbah masker
bekas ini dibakar ditempat tertentu sehingga tidak menimbulkan masalah baru
seperti pencemaran udara dan abu hasil pembakarannya. Insinerasi adalah cara
memusnahkan limbah masker dengan suhu diatas 1.000 derjat celcius.
Namun
kenyataannya banyak diantara masyarakat yang belum memahami cara membuang
masker ini, Banyak masyarakat membuang begitu saja masker bekas ini. Seperti
membuang sampah biasa saja bahkan ada yang membuangnya sembarangan. Padahal
masker bekas ini sangat berbahaya bagi lingkungan. Bisa mencemari lingkungan
dan menghasilkan pullutan berbahaya.
Himbauan
pada masyarakat untuk membuang alat
pelindung diri ini khususnya masker sekali pakai sudah disampaikan, termasuk
juga tidak dibenarkannya membuang ke lubang toilet, ketempat sampah daur ulang
karena dapat terkontaminasi oleh patogen dan membahayakan kesehatan. David
Biderman selaku direktur eksekutif dan CEO Solid Waste Association Of North
America ( SWANA ) menegaskan dalam pernyataannya “ Tidak ada seorang pun yang
boleh membuang sarung tangan atau masker ditanah, ditempat parkir, atau
melempar ke semak semak, sebab membuang sampah medis sembarangan dapat
meningkatkan risiko paparan Covid-19 dan
juga memiliki dampak negatif pada lingkungan.
Baru-baru ini beredar video yang berdurasi singkat para pekerja diduga
sedang mengangkut tumpukan masker bekas yang sudah disimpan didalam beberapa
karung. Meskipun belum bisa dipastikan kebenarannya namun warganet saling
mengingatkan agar tidak lupa menggunting masker sebelum dibuang ketempat
sampah. Karena ini akan menjadi ancaman tersendiri bagi lingkungan apabila
sejak dini tidak ditangani dengan baik.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pada masa pandemi Covid-19, masker
merupakan barang yang wajib dimiliki oleh setiap masyarakat karena masker
merupakan salah satu alat pelindung diri yang mampu mencegah seseorang agar
tidak tertular virus Corona.
Masyarakat pada umumnya menggunakan
masker medis ( masker sekali pakai ) dari pada makser kain.
Ini berakibat banyak diantara masyarakat yang membuang sampah masker sekali
pakai ditempat sampah secara sembarangan. Melihat hal seperti itu, pemerintah berusaha mengimbau
kepada masyarakat untuk dapat mengatasi limbah masker sekali pakai dengan
benar, karena berdampak pada lingkungan dan kesehataan.
B.
Saran
1. Pada masa pandemi Covid-19, sebaiknya masyarakat
tetap menerapkan protokol kesehatan dengan cara, memakai masker, menjaga jarak
dan mencuci tangan pakai sabun.
2.
Dalam penggunan masker
sekali pakai, sebaiknya masyarakat membuang sampah masker dengan cara
menggunting masker tersebut, kemudian
memasukkan ketempat sampah Bahan berbahaya beracun.
3.
Jangan membuang sampah
masker sembarangan. Karena akan berpengaruh terhadap lingkungan dan kesehatan.
4.
Sebaiknya menggunakan masker
yang sesuai dengan standar kesehatan, supaya terhindar dari virus terutama
virus Corona.

0 komentar:
Posting Komentar