KARYA TULIS ILMIAH CARA MENGATASI LIMBAH MASKER SEKALI PAKAI

On Minggu, 14 Juni 2026 0 komentar

 


KARYA TULIS ILMIAH

 

CARA MENGATASI

LIMBAH MASKER SEKALI PAKAI

 

 

DISUSUN OLEH :

 

NADYA SIX OCTAINDRA

NIS / NISN : 2037 / 0065125099

 

 

 

 

SMP PLUS TARUNA ANDALAN

KABUPATEN PELALAWAN

TAHUN 2020










BAB I

PENDAHULUAN

 

LATAR BELAKANG

 Virus Corona atau yang kita kenal dengan nama Covid-19 merupakan virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Virus ini mudah menyebar melalui udara. Penderita virus Corona akan menyebarkan virus ini melalui batuk, bersin, dan nafasnya. Oleh sebab itu sangat penting untuk selalu memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan dengan sabun.

Masker merupakan selembar alat yang biasanya terbuat dari kain yang digunakan untuk menutup mulut dan hidung. Masa pandemi virus Corona memaksa semua kalangan masyarakat untuk memakai masker. Masker sudah menjadi kebutuhan pokok yang wajib dipenuhi. Masyarakat memakai masker ketika keluar rumah terutama di tempat yang ramai seperti dipasar, di jalan, dikantor dan lainnya.

Banyak sekali himbauan pemerintah untuk selalu memakai masker, baik melalui televisi, radio, koran, sampai ke spanduk- spanduk yang  ada di pinggir yang dipasang jalan. Pemerintah pusat juga sudah mewajibkan semua orang yang keluar rumah untuk memakai masker. Himbauan ini merujuk pada anjuran Badan Kesehata Dunia ( WHO ) sebagai  salah satu upaya pencegahan penularan virus Corona. Namun prakteknya di lapangan masih banyak masyarakat  yang tidak sadar dan tidak mau memakai masker dan bebas berkeliaran dijalan umum. Sehingga akhirnya pemerintah setempat mengeluarkan sejenis hukuman seperti membayar denda, kerja bakti dan lain sebagainya dengan tujuan agar pelanggar merasa jera dan kapok serta sadar akan pentingnya kesehatan yang dapat berpengaruh terhadap diri sendiri dan orang lain.

Himbauan pemerintah untuk menggunakan masker jika keluar rumah tentu ada  alasannya. Alasan tersebut adalah :

1.         Masker bisa menghambat penularan virus.

Peneliti mengungkapkan bahwa masker bisa melindungi saluran pernapasan dari penularan virus, sebab virus bisa menyebar melalui (drople) percikan,  (microdroplet) menyebar lewat udara dan aerosol (tetesan cairan)

2.         Masker mencegah  orang  menghirup microdroplet

Microdroplet dapat berisiko tinggi jadi media menularkan corong partikel kecil keluar dari hidung atau mulut saat kita berbicara, bersin dan batuk.

3.         Masker melindungi diri sendiri dan orang lain

Dengan memakai masker maka seseorang dapat melindungi dirinya dari virus Corona yang bisa menginfeksi seseorang tanpa menimbulkan gejala apapun dan bisa menularkan ke orang lain.

 

Beberapa alasan orang tidak suka dan tidak mau memakai masker diantaranya adalah belum tahu fungsi dan manfaat masker, tidak bisa memakai masker dengan benar, tidak terbiasa dan tidak tahu perawatannya. Oleh sebab itu untuk memudahkan seseorang supaya tahu fungsi dan manfaat menggunakan masker, maka dibiasakan pemakaian masker di setiap tindakan, waktu, dan tempat. Diharapkan usaha ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat.

Pada umumnya, masyarakat memakai masker sekali pakai yang dikenal dengan masker bedah,  Penggunaan masker sekali pakai  sebaiknya hanya digunakan oleh orang- orang yang sedang sakit seperti batuk, pilek agar droplet tidak menular ke orang lain. Karena masker ini wajib diganti apabila sudah berbau dan kotor dan disarankan untuk mengganti masker ini 2-3 kali dalam sehari.

 

Pemakaian masker setiap hari ini akhirnya menimbulkan sebuah masalah yakni timbulnya limbah masker. Limbah masker ni sering kali dibuang sembarangan. Masker sekali pakai yang dibuang sembarangan dapat menimbulkan kekhawatiran.  Akan sulit membedakan mana masker bekas yang sudah  dipakai  oleh orang yang kondisi kesehatan baik ataupun berpenyakit dengan masker baru.

Berdasarkan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 56 tahun 2015 , masker dikategorikan sebagai limbah medis yang butuh penanganan khusus karena limbah masker yang ada di lingkungan akan memunculkan risiko kesehatan dari bakteri dan virus yang terbawa pada Master bekas tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.   Pengertian Masker

Masker adalah alat pelindung dri yang mamu memberikan efektifitas mencegah penyebaran virus Corona. Masker yang baik terbuat dari 3 lapis kain yang tiap lapisnya mempunyai 0,7 sampai 60 persen filtrasi. Masker dirancang untuk melindungi pengguna dari hirupan partikel udara dan melindungi kesehatan saluran pernafasan. 

Selain untuk mencegah virus Corona pada masa pandemi,  masker juga biasanya digunakan secara rutin oleh para pekerja untuk mengurangi tingkat debu yang masuk melalui hidung sehingga dapat merusak saluran pernafasan. Oleh karena itu masker telah  terbukti mengurangi infeksi influenza dibandingkan dengan yang tidak memakai masker.

 

B.   Jenis-Jenis Masker

WHO menegaskan pada masyarakat  untuk menggunakan masker yang sesuai dengan standar kesehatan. Masyarakat harus mengetahui mana masker untuk masyarakat umum dan mana masker untuk tenaga medis. Masker memiliki jenis dan standar yang berbeda-beda. Ada beberapa macam jenis masker yang perlu kita ketahui di antaranya :

 

A.   Masker Kain

Masker kain harus dicuci dan bisa dipakai berkali-kali. Biasanya masker kain digunakan oleh masyarakat dalam keadaan sehat dan dipakai ditempat umum. Masker kain juga dipakai oleh tenaga medis. Jika masker bedah tidak tersedia lagi barulah masker kain  digunakan oleh tenaga medis. Idealnya masker mengkombinasikan pelindung wajah yang menutupi seluruh bagian depan dan sisi wajah.

 

 

B.  Masker Medis

Ada beberapa macam masker medis, diantaranya :

1.    Masker bedah (surgical mask )

Masker ini biasa dipakai oleh petugas medis. Masker ini digunakan saat perawatan atau operasi untuk mencegah penyebaran bakteri melalui percikkan air liur atau lendir. Masker ini umumnya memiliki tiga lapisan yang bersifat anti air dan berfungsi memfilter kuman. Filter masker ini cocok dan mudah digunakan setiap hari dan disarankan sekali pakai dan apabila sudah lembab.

2.    Masker N95

Masker N95 merupakan tipe masker pernapasan. Biasanya harga masker N95 lebih mahal dibandingkan masker bedah karena kualitasnya lebih superior. Masker ini dapat menyaring 95% kuman apabila digunakan secara tepat dan juga dapat mencegah partikel-partikel  berukuran 2,5 mikrometer . Masker ini tidak cocok digunakan sehari-hari terutama untuk anak-anak karena sifatnya yang sulit untuk bernafas saat dipakai

3.    Masker N99

Ciri- ciri masker N99 mirip dengan masker N95. tapi pada masker N95 mampu menyaring 99% partikel-partikel 2,5 yang berbahaya. Masker N99 lebih Superior, dapat melindungi dari penyebaran bakteri dan virus seperti Covid-19. Masker N99 merupakan masker medis yang sering digunakan di rumah sakit untuk pencegahan penyakit tuberkolosis dan virus flu lainnya. Masker ini terbuat dari bahan kertas atau serat dan disarankan diganti setiap harinya

4.     Masker N100

Masker N100 lebih ampuh dari masker N lainnya karena dapat memfilter 99,97% dari partikel PM 2,5. Masker ini dapat melindungi diri dari virus dan flu berbahaya. Masker ini juga dapat melindungi diri dari partikel non-minyak seperti serbuk sari, biji besi, kayu dan lain-lainnya yang biasanya terdapat di udara perkotaan

5.    Masker R95.

Tipe masker ini dapat menjaga pernapasan dari partikel minyak dan non minyak dan tingkat ketahanan menengah. Huruf R pada jenis masker ini berarti Resistant to oil. Jika menggunakan masker ini dengan benar maka masker R95 dapat menangkal 95% dari partikel berbahaya.

6.    Masker R99.

Masker R99 ini bersifat antivirus dan dapat melindungi dari 99% partikel

7.    Masker R100.

Masker R100 memiliki permukaan  anti mikroba. Masker ini disarankan untuk diganti setelah 8 jam pemakaian walaupun tidak terlihat kotor karena pernapasan kita yang hangat dapat menjadi  sarang kuman pada permukaan masker tersebut.

8.    Masker P95.

Tipe masih ini dapat menawarkan perlindungan dari partikel padat dan cair berbasis minyak dan non minyak, namun tingkat ke efektifan lebih tinggi. Masker P95 ini mampu menyaring 95% partikel di udara

9.    Masker P99.

Masker P99 ini lebih mahal dibandingkan masker lainnya karena paling ampuh menghalau beraneka ragam partikel. Selain itu batas penggunaan masker ini lebih lama yaitu 40 jam baru diganti. Masker P99 dapat menyaring partikel berbahaya sebanyak 99%

10. Masker P100.

Masker P100 paling unggul dari masker kesehatan lainnya. Masker P100 memiliki filter yang dapat diganti dan disarankan untuk mengganti filter nya setelah 40 jam dari total penggunaan atau setelah 30 hari setelah dibuka.


 

C.  Bahan pembuat masker

A. Masker kain.

Penggunaan masker kain yang ditujukan pada masyarakat umum dinilai  lebih hemat dan ramah lingkungan karena masker kain bisa dicuci dan dipakai ulang. Penggunaan masker kain ini sebaiknya tidak dipakai lebih dari 4 jam berdasarkan kekuatan filtrasi dan keleluasaan pengguna untuk bernafas.

Adapun bahan pembuat masker kain adalah :

1.    Katun ( kapas )

Katun memiliki serat kecil yang dapat menahan partikel virus, sehingga virus tidak dapat menembus kain dan terhirup oleh penggunanya. Jenis katunnya adalah katun Quilt.

2.    Kain nilon

Kain nilon 70 D cukup efektif menyaring sekitar 77% partikel besar dan 12 % partikel kecil, dan mudah bernafas saat digunakan.

3.    Kombinasi katun, sifon, sutra atau flanel.

Menurut penelitian menggabungkan lapisan katun dengan bahan kain dengan non katun bisa menghasilkan masker yang lebih efektif.

4.    Tisu handuk.

Tisu handuk lebih nyaman untuk meningkatkan penyaring partikel. Satu lapisan tisu handuk bisa menyaring 23% dari partikel 0,3 mikro. Sedangkan dua lapisan tisu menyaring 33%.

B. Masker medis.

                 Masker madis umumnya terbuat dari kain spunbond yang termasuk non woven atau tidak dirajut yang terbuat dari kain Polypropylene. Kain spunbond memiliki daya serap, ketahanan dan kekuatan yang baik, serta berfungsi untuk menyaring dan menghalangi bakteri. Masker yang terbuat dari Spunbond adalah masker sekali pakai dan harus segera langsung dibuang.

  D  Keadaan Limbah Masker Saat Ini

   Limbah masker saat ini semakin meningkat di masa pandemi sehingga menimbulkan berbagai masalah. Salah satu ancamannya adalahi faktor kesehatan. Apabila limbah masker tersebut tidak dikelola dengan prosedur yang benar, maka akan menimbulkan masalah baru. Limbah masker umumnya berasal dari masker sekali pakai yang digunakan oleh masyarakat. Banyak masyarakat belum memahami cara menangani sampah masker sekali pakai. Terutama tata cara membuangnya. Seharusnya sampah masker sekali pakai dikelola secara khusus karena tergolong jenis sampah berbahaya. 

   Penggunaan masker makin meningkat tajam terutama pada masa Pandemi Covid-19. Meningkatnya penggunaan masker menimbulkan ancaman baru baik untuk kesehatan maupun lingkungan. Bahkan setiap bulan menghasilkan sekitar 129 milyar limbah masker. Limbah masker ini akan berpengaruh terhadap kesehatan dan lingkungan jika  tidak dikelola dengan baik.

E. Dampak Limbah Masker Bagi Lingkungan.

   Berdasarkan peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan no 56 tahun 2015, limbah masker dikategorikan sebagai limbah medis yang butuh penanganan khusus. Keberadan masker bekas dilingkungan memunculkan risiko kesehatan dari bakteri dan virus yang terbawa oleh masker bekas tersebut. Apabila masker bekas tersebut terkena hujan, maka bakteri dan virus masuk kedalam air dan sumber air minum yang dikonsumsi masyarakat. Oleh sebab itu pemerintah menganjurkan kepada masyarakat untuk membuang salah satu alat pelindung diri ini dengan bijak.

 

 

 

F. Cara Mengatasi Masalah Limbah Masker

            Masyarakat pada umumnya  meggunakan masker sekali pakai. Oleh sebab itu jumlah limbah masker ini membludak. Dibutuhkan cara yang efektif untuk mengatasi limbah masker sekali pakai ini. Ada beberapa cara mengelola limbah masker ini, yakni

1.    Didiamkan selama 2 hari

Masker bekas akai sebaiknya didiamkan dulu selama dua hari. Masukkan masker bekas tersebut kedalam plastik dan letakkan di tempat aman yang tidak mudah dijangkau. Dengan mendiamkannya selama 2 hari maka virus yang ada pada masker akan mati karena virus hanya bisa bertahan paling lama 48 jam bila menempel pada wadah kain apalagi dalam wadah plastik. Setelah 2 hari baru bisa dibuang ketempat pembuangan sampah.

 

2.    Digunting atau dipotong-otong

Cara yang tepat dilakukan sebelum membuang masker bekas adalah dengan cara menggunting memotong - motong atau merusaknya terlebih dahulu. Cara ini bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan masker bekas ini, diantaranyadi didaur ulang atau dijual kembali.

 

3.    Melakukan proses disinfektan

Sebelum masker bekas dibuang ke tempat sampah sebaiknya dilakukan terlebih dahulu penyemprotan disinfektan. Penyempritan disinfektan bertujuan untuk membunuh virus yang ada dan bersarang pada masker bekas pakai tersebut.

 

 

 

 

4.    Dibuang ke Tempat Penampungan Sementara ( TPS )

Setelah masker bekas dipotong-potong, limbah masker itu dibungkus dengan plastik kemudian dibuang ke tempat sampah khusus  yaitu tempat sampah B3 ( Bahan Berbahaya Beracun ). Ini bertujuan agar petugas pengumpul sampah mudah memilah sampahnya. Selanjutnya petugas tersebut membuang semua sampah di tempat pembuangan sampah.

 

5.    Melakukan Penguapan atau autoklaf

Penguapan atau autoklaf adalah proses mensterilkan kembali masker bekas tersebut. Caranya adalah dengan cara nenggunakan uap panas, dicacah, dan akhirnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir ( TPA ).

 

6.    Membakar atau insinerasi

Pembakaran masker bekas dapat dilakukan jika maskernya berjumlah banyak. Limbah masker bekas ini dibakar ditempat tertentu sehingga tidak menimbulkan masalah baru seperti pencemaran udara dan abu hasil pembakarannya. Insinerasi adalah cara memusnahkan limbah masker dengan suhu diatas 1.000 derjat celcius.

 

Namun kenyataannya banyak diantara masyarakat yang belum memahami cara membuang masker ini, Banyak masyarakat membuang begitu saja masker bekas ini. Seperti membuang sampah biasa saja bahkan ada yang membuangnya sembarangan. Padahal masker bekas ini sangat berbahaya bagi lingkungan. Bisa mencemari lingkungan dan menghasilkan pullutan berbahaya.

           

Himbauan pada  masyarakat untuk membuang alat pelindung diri ini khususnya masker sekali pakai sudah disampaikan, termasuk juga tidak dibenarkannya membuang ke lubang toilet, ketempat sampah daur ulang karena dapat terkontaminasi oleh patogen dan membahayakan kesehatan. David Biderman selaku direktur eksekutif dan CEO Solid Waste Association Of North America ( SWANA ) menegaskan dalam pernyataannya “ Tidak ada seorang pun yang boleh membuang sarung tangan atau masker ditanah, ditempat parkir, atau melempar ke semak semak, sebab membuang sampah medis sembarangan dapat meningkatkan risiko paparan Covid-19  dan juga memiliki dampak negatif pada lingkungan.

            Baru-baru ini beredar video  yang berdurasi singkat para pekerja diduga sedang mengangkut tumpukan masker bekas yang sudah disimpan didalam beberapa karung. Meskipun belum bisa dipastikan kebenarannya namun warganet saling mengingatkan agar tidak lupa menggunting masker sebelum dibuang ketempat sampah. Karena ini akan menjadi ancaman tersendiri bagi lingkungan apabila sejak dini tidak ditangani dengan baik.

           

 


 

BAB III

PENUTUP

A.   Kesimpulan

Pada masa pandemi Covid-19, masker merupakan barang yang wajib dimiliki oleh setiap masyarakat karena masker merupakan salah satu alat pelindung diri yang mampu mencegah seseorang agar tidak tertular virus Corona.

Masyarakat pada umumnya menggunakan masker medis              ( masker sekali pakai ) dari pada makser kain. Ini berakibat banyak diantara masyarakat yang membuang sampah masker sekali pakai ditempat sampah secara sembarangan. Melihat  hal seperti itu, pemerintah berusaha mengimbau kepada masyarakat untuk dapat mengatasi limbah masker sekali pakai dengan benar, karena berdampak pada lingkungan dan kesehataan.

B.   Saran

1.      Pada  masa pandemi Covid-19, sebaiknya masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dengan cara, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun.

2.        Dalam penggunan masker sekali pakai, sebaiknya masyarakat membuang sampah masker dengan cara menggunting  masker tersebut, kemudian memasukkan ketempat sampah Bahan berbahaya beracun.

3.        Jangan membuang sampah masker sembarangan. Karena akan berpengaruh terhadap lingkungan dan kesehatan.

4.           Sebaiknya menggunakan masker yang sesuai dengan standar kesehatan, supaya terhindar dari virus terutama virus Corona.


0 komentar:

Posting Komentar