ISRA' MI'RAJ PERJALANAN SPIRITUAL
NABI MUHAMMAD SAW DAN MAKNANYA
BAGI KITA SAAT INI
Nabi yang kaya, nabi Sulaiman
Nabi
yang kuat, nabi Musa
Wahai
sahabat satu iman
Jawablah
salam dengan sempurna
Assalamu'alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillah.
Walhamdulillah. Assholaatu wassalaamu ’ala rasuulillah. Wa ’ala alihi
washahbihi wamawwaalah.
Yang terhormat, dewan juri
lomba ceramah Isra Mi’raj.
Yang saya hormati ustadz, ustazah
dan teman - teman yang hadir di acara yang penuh makna ini.
Alhamdulillah, kita berkumpul hari ini untuk memperingati
salah satu peristiwa agung dalam sejarah Islam, yaitu Isra' Mi'raj. Peristiwa
ini bukan sekadar kisah legenda, melainkan bukti nyata dari kekuasaan Allah SWT
dan pengakuan atas kenabian Rasulullah Muhammad SAW. Mari kita bersama-sama
menggali makna dan pelajaran dari perjalanan malam yang luar biasa ini.
Allah berfirman dalan surat
Al Isra ayat 1
Isra' Mi'raj terjadi pada tahun 621 Masehi, tepatnya pada
malam tanggal 27 Rajab. Pada malam itu, Rasulullah SAW diangkat oleh Allah SWT
dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Perjalanan ini
dikenal sebagai Isra', yang berarti "perjalanan malam". Dari
Yerusalem, beliau kemudian dinaikkan ke langit ke tujuh, hingga mencapai
Sidratul Muntaha, tempat terdekat dengan Arasy Allah SWT. Ini adalah Mi'raj,
yang berarti "tangga" atau "naik".
Dalam perjalanan ini, Rasulullah SAW bertemu dengan para
nabi terdahulu, seperti Nabi Ibrahim, nabi Musa, dan nama Isa AS. Beliau juga
menyaksikan surga dan neraka, serta menerima perintah shalat lima waktu.
Bayangkan, dalam satu malam, Rasulullah SAW menempuh jarak yang luar biasa,
bukan dengan pesawat. Tidak mengendarai roket yang canggih. Melainkan dengan
izin dan kekuasaan Allah SWT. Ini menunjukkan bahwa batasan duniawi tidak
berlaku bagi orang yang dikasihi-Nya.
Sahabat semua yang
dirahmati Allah SWT.
Apa makna Isra' Mi'raj bagi kita hari ini? Pertama, ini
mengajarkan tentang keimanan yang kuat. Rasulullah SAW menghadapi tantangan
besar dari kaum Quraisy yang menolak ajaran Islam. Namun, Allah SWT
memperkuatnya dengan mukjizat. Ini membuktikan bahwa kebenaran selalu menang.
Kedua, Isra' Mi'raj mengingatkan kita akan pentingnya
shalat. Shalat lima waktu adalah kewajiban yang langsung diperintahkan Allah
SWT kepada Rasulullah SAW di Sidratul Muntaha. Shalat adalah tiang agama,
penghubung antara hamba dan Sang Khalik.
Ketiga, peristiwa ini mendorong kita untuk berjuang dalam
kebaikan. Rasulullah SAW tidak hanya menerima wahyu, tetapi juga diperintahkan
untuk menyampaikannya. Kita, sebagai umatnya, harus meneladani semangat itu
menyebarkan Islam dengan hikmah, sabar, dan kasih sayang. Di era modern ini, di
tengah tantangan global seperti kemiskinan, perpecahan, dan fitnah, Isra'
Mi'raj menginspirasi kita untuk tetap teguh dalam iman dan amal shaleh.
Marilah kita jadikan Isra' Mi'raj sebagai momentum untuk
introspeksi diri. Apakah kita telah menjalankan shalat dengan khusyuk? Apakah kita
telah berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT? Mari kita tingkatkan ibadah
kita, perbaiki akhlak, dan sebarkan rahmat Islam ke seluruh penjuru dunia.
Akhir kata, Mari kita berdoa semoga Allah SWT memberikan
kita kekuatan untuk meneladani Rasulullah SAW. Semoga peringatan Isra' Mi'raj
ini membawa berkah dan hidayah bagi kita semua. Amin Amin Ya rabbalalamin. Mohon maaf jika ada
kesalahan. Terimakasih untuk semua perhatian.
"Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadu alla ilaaha illa
anta, astaghfiruka, wa atubu ilaik
Ke
Pelalawan mencari ikan
Ikan
dihidang di atas talam
Ceramah
isra mi’raj sudah disampaikan
Saya
akhiri dengan ucapan salam
Wassalamu'alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.


0 komentar:
Posting Komentar