CERAMAH TENTANG ISRA MIRAJ. PELAJARAN DALAM PERISTIWA AGUNG ISRA’ MI’RAJ

On Kamis, 05 Maret 2026 0 komentar

 

PELAJARAN DALAM PERISTIWA AGUNG 

ISRA’ MI’RAJ


 

          Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

          Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washolatu wassalamu ala asrofil anbiya i wal mursalin Sayyidina wa Maulana Muhammadin wa ala alihi wa shohbihi rasulillahi ajma'in.  Amma ba'du

          Segala puji hanya milik Allah SWT, Tuhan semesta alam. Atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul untuk memperingati salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam, yaitu Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik sepanjang masa.

         

          Yang terhormat, dewan juri lomba ceramah Isra Mi’raj.

          Yang saya hormati ustadz, ustazah dan teman - teman yang hadir di acara yang penuh makna ini.   

 

          Hadirin yang dirahmati Allah,

 

          Tahukah kita bahwa Isra’ Mi’raj terjadi di saat Nabi Muhammad SAW berada pada masa yang sangat berat dalam hidupnya? Saat beliau kehilangan orang-orang yang disayang. Yakni istri tercinta sayyidah Khodijah dan paman yang selalu membela Abu Tholib.  Selain itu beliau juga menghadapi penolakan dari kaumnya. Namun justru di saat itulah Allah SWT memanggil Rasul-Nya untuk melakukan perjalanan luar yang biasa, sebagai bukti bahwa setelah kesulitan, pasti ada pertolongan.

          Firman Allah mengenai Isra Mi’raj terdapat dalam surat Al Isra ayat pertama yang berbunyi.

  


 

        

 "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". 

         

          Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu naik ke Sidratul Muntaha. Peristiwa ini adalah pesan langsung dari Allah kepada seluruh umat Islam, bahwa shalat adalah ibadah yang sangat istimewa.

 

 

Seperti cuplikan lagu berikut ini

 

Di suatu malam di bulan Rajab

Allah memanggil nabi Muhammad

Dari masjidil Haram ke masjidil Agsa

Dari masjidil Aqsa ke Sidratul muntaha

Untuk menerima wahyu sholat

Sehari semalam tujuh belas rakaat

 

 

          Hadirin sekalian,

 

          Berbeda dengan perintah ibadah lainnya yang disampaikan melalui malaikat Jibril, perintah shalat disampaikan langsung oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam kehidupan seorang muslim. Shalat adalah tiang agama, penolong di kala susah, dan pembeda antara yang beriman dan yang lalai.

          Namun sayangnya, masih banyak di antara kita yang menunda shalat, bahkan melalaikannya. Padahal, shalat bukanlah beban, melainkan kebutuhan. Shalat mengajarkan kita kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketenangan hati.

 

          Hadirin yang berbahagia,

 

          Isra’ Mi’raj juga mengajarkan kita tentang keimanan dan ketaatan. Tidak semua hal dapat dijelaskan dengan logika, tetapi iman mengajarkan kita untuk percaya bahwa apa yang datang dari Allah pasti mengandung kebaikan. Dari peristiwa ini, kita diajak untuk tidak mudah menyerah, tetap taat, dan terus memperbaiki diri meskipun dalam keadaan sulit.

         

 

          Sebagai pelajar, nilai Isra’ Mi’raj sangat relevan dengan kehidupan kita sehari-hari. Disiplin shalat akan membentuk disiplin waktu belajar. Ketaatan kepada Allah akan menumbuhkan akhlak mulia kepada guru, orang tua, dan sesama teman.

 

          Hadirin yang dimuliakan Allah,

 

          Mari kita jadikan peringatan Isra’ Mi’raj ini bukan hanya sebagai acara seremonial, tetapi sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pribadi yang menjaga shalat, memperkuat iman, dan memperindah akhlak.

          Akhir kata, semoga kita semua termasuk dalam golongan umat Nabi Muhammad SAW yang kelak mendapatkan syafaatnya di hari kiamat. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Sesungguhnya yang benar itu datangnya dari Allah dan kekhilafan berasal dari diri saya sendiri. Terimakasih untuk semua perhatian.

 

          Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


0 komentar:

Posting Komentar