PELAJARAN DALAM PERISTIWA AGUNG
ISRA’ MI’RAJ
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahi
rabbil ‘alamin, washolatu wassalamu ala asrofil anbiya i wal mursalin Sayyidina
wa Maulana Muhammadin wa ala alihi wa shohbihi rasulillahi ajma'in. Amma ba'du
Segala puji hanya milik Allah SWT,
Tuhan semesta alam. Atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul untuk
memperingati salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam, yaitu Isra’
Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada
junjungan kita Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik sepanjang masa.
Yang terhormat, dewan juri lomba
ceramah Isra Mi’raj.
Yang saya hormati ustadz, ustazah dan teman
- teman yang hadir di acara yang penuh makna ini.
Hadirin
yang dirahmati Allah,
Tahukah kita bahwa Isra’ Mi’raj
terjadi di saat Nabi Muhammad SAW berada pada masa yang sangat berat dalam
hidupnya? Saat beliau kehilangan orang-orang yang disayang. Yakni istri
tercinta sayyidah Khodijah dan paman yang selalu membela Abu Tholib. Selain itu beliau juga menghadapi penolakan
dari kaumnya. Namun justru di saat itulah Allah SWT memanggil Rasul-Nya untuk
melakukan perjalanan luar yang biasa, sebagai bukti bahwa setelah kesulitan,
pasti ada pertolongan.
Firman Allah mengenai Isra Mi’raj
terdapat dalam surat Al Isra ayat pertama yang berbunyi.
"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya
(Muhammad) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah
Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari
tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui".
Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan
dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu naik ke Sidratul Muntaha. Peristiwa
ini adalah pesan langsung dari Allah kepada seluruh umat Islam, bahwa shalat
adalah ibadah yang sangat istimewa.
Seperti cuplikan lagu berikut ini
Di
suatu malam di bulan Rajab
Allah
memanggil nabi Muhammad
Dari
masjidil Haram ke masjidil Agsa
Dari
masjidil Aqsa ke Sidratul muntaha
Untuk
menerima wahyu sholat
Sehari
semalam tujuh belas rakaat
Hadirin
sekalian,
Berbeda dengan perintah ibadah lainnya
yang disampaikan melalui malaikat Jibril, perintah shalat disampaikan langsung
oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya
shalat dalam kehidupan seorang muslim. Shalat adalah tiang agama, penolong di
kala susah, dan pembeda antara yang beriman dan yang lalai.
Namun sayangnya, masih banyak di
antara kita yang menunda shalat, bahkan melalaikannya. Padahal, shalat bukanlah
beban, melainkan kebutuhan. Shalat mengajarkan kita kedisiplinan, tanggung
jawab, dan ketenangan hati.
Hadirin
yang berbahagia,
Isra’ Mi’raj juga mengajarkan kita
tentang keimanan dan ketaatan. Tidak semua hal dapat dijelaskan dengan logika,
tetapi iman mengajarkan kita untuk percaya bahwa apa yang datang dari Allah
pasti mengandung kebaikan. Dari peristiwa ini, kita diajak untuk tidak mudah
menyerah, tetap taat, dan terus memperbaiki diri meskipun dalam keadaan sulit.
Sebagai pelajar, nilai Isra’ Mi’raj
sangat relevan dengan kehidupan kita sehari-hari. Disiplin shalat akan
membentuk disiplin waktu belajar. Ketaatan kepada Allah akan menumbuhkan akhlak
mulia kepada guru, orang tua, dan sesama teman.
Hadirin
yang dimuliakan Allah,
Mari kita jadikan peringatan Isra’
Mi’raj ini bukan hanya sebagai acara seremonial, tetapi sebagai titik balik
untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pribadi yang menjaga shalat, memperkuat
iman, dan memperindah akhlak.
Akhir kata, semoga kita semua termasuk
dalam golongan umat Nabi Muhammad SAW yang kelak mendapatkan syafaatnya di hari
kiamat. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Sesungguhnya yang benar itu
datangnya dari Allah dan kekhilafan berasal dari diri saya sendiri. Terimakasih
untuk semua perhatian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh.


0 komentar:
Posting Komentar