SYNOPSIS

 

 

Once upon a time, there lived a girl named Cinderella.  Cinderella lived with her step mother and two step sisters. Cinderella’s father went a way to do business not so long after he married a new lady. But, he never came back again. The lady and her step sister were very cruel. They often discriminate Cinderella. Even she could not come to the prince party. But, the kind fairy came to help her. Cinderella came to the party became the very beautiful girl in the kingdom and fortunately, the prince of the palace fallen in love to Cinderella. And finally they got married. Cinderella brought her family to the palace to live with her. Day per day run so quickly, Cinderella treated her step mother and step sisters badly. She wanted to take revenge to them. She treated them like a servant. She did it to give a lesson to them so that they became respect and appreciated others sincerely

 

 




PANTUN PENUTUP

DODI INDRA – SMP NEGERI BERNAS

 

1.       

Beselanjar Bono di Teluk Meranti

Ditonton orang dari dekat

Demikian amanat  pagi ini

Semoga bisa memberi manfaat


2

Orang Langgam mencari ikan

Ikan dicari menggunakan jaring

Salam hangat saya sampaikan

Jawablah dengan suara nyaring


3

Tari Zapin sudah termasyhur

Serentak gerak tangan dan kaki

Saya pamit mohon undur

Dilain waktu bertemu lagi


4

Sungai Kampar membelah Pelalawan

Indah alam pemandangannya

Terima kasih banyak saya ucapkan

Untuk semua atensi dan perhatiannya


5

Balimau kasai di petang Sabtu

Cahaya bulan mengganti matahari

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatu

Sampai jumpa di lain hari


6

Dari Kerumutan ke  Sungai Ara

Singgah semalam di Pulau Muda

Salam terakhir penutup acara

Semoga Ilmu yang didapat jadi berguna

7.

Laksamana  mengamuk dari kuini

Dihidangkan untuk tamu kehormatan

Pembicaraan berakhir sampai di sini

Salah dan janggal mohon maafkan


8

Batik Bono di kain katun

Jadikan seserah untuk permaisuri

Jawablah salam saya dengan santun

Izinkan saya untuk undur diri

 

 9

Danau Tajwid indah bestari

Duduk bersila di tikar pandan

Cukup sekian amanat di apel pagi

Sampai jumpa lagi minggu depan


10

Dari Pangkalan Kuras ke Bukit Kesuma

Mencari madu di Sorek satu

Kita tutup pertemuan kita bersama

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatu


11

Es campur dibuat dari kuini

Ditaburi dengan biji selasih

Cukup sekian amanat pagi ini

Saya ucapkan banyak terima kasih

11

Hang Tuah pahlawan gagah berani

Menyeru rakyatnya untuk bersatu

Cukup sekian amanat kali ini

Sampai berjumpa dilain waktu.

 

12

Tanjung pinang pulau penyengat

Berdiri megah di bukit kursi

Jawablah salam penutup dengan semangat

Semoga berkah datang dari segala sisi


 







PANTUN PEMBUKA

DODI INDRA – SMP NEGERI BERNAS


1.       

Orang Langgam mencari ikan

Ikan dicari menggunakan jaring

Salam hangat saya sampaikan

Jawablah dengan suara nyaring


2

Ikan patin enak digulai

Disajikan emak di pesta adat

Sebelum arahan kita mulai

Jawablah salam dengan semangat


3

Danau Tajwid di kecamatan Langgam

Indah alam pemandangannya

Izinkan saya ucapkan salam

Untuk para hadirin semuanya


4

Balimau kasai potang mogang

Bersihkan diri sucikan hati

Saya ucapkan selamat datang

Semoga acara kita diberkati


 5

Dari Langgam ke Teluk Meranti

Jangan lupa singgah di Sungai Ara

Ikuti acara sepenuh hati

Ilmu yang didapat jadi berguna


6

Pepes dibuat dari ikan tenggiri

Dibungkus dengan daun talas

Selamat datang di sekolah lagi

Belajar rajin jangan biasakan malas


7

Batik Bono di kain katun

Jadikan seserah untuk penghibur

Jawablah salam saya dengan santun

Sebagai tanda orang  bersyukur


8

Bergelombang jalan ke Mekar Jaya

Berkelok jalan ke Sungai Buluh

Jawablah salam dari saya

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh

 

9

Ombak Bono Teluk Meranti

Suaranya gemuruh dari hulu

Selamat datang di apel pagi

Semoga kebahagiaan datang selalu


10

Pelalawan berasal dari Pekan Tua

Sudah ditetapkan secara hukum

Assalamualikum kawan semua

Semoga bibir berhias senyum.

 

11

Tanjung pinang pulau penyengat

Berdiri megah di bukit kursi

Jawablah salam dengan semangat

Semoga berkah datang dari Illahi

 

12

Menggelar acara di gedung Seminai

Acara dibuka bapak bupati

Sebelum acara kita mulai

Jawablah salam sepenuh hati

 

 



 


APA SAJA ASPEK PENILAIAN STORYTELLING?

 

Dalam lomba – lomba storytelling ada beberapa aspek yang menjadi penilaian. Aspek – aspek apa saja yang menjadi penilaian dalam bercerita? Khususnya cerita bahasa Inggris?  Dalam ajang lomba bercerita bahasa Inggris atau Storytelling, ada beberapa aspek yang menjadi penilaian. Aspek-aspek tersebut diantaranya adalah :

 

1.   Pronunciations

Pronunciation dapat diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai lafaz atau pengucapan. Jadi pronunciation itu adalah cara mengucapkan kata dalam bahasa Inggris. Pronunciation  sangat penting karena salah melafazkan atau mengucapkan sebuah kata maka akan mengubah arti kata tersebut dan akhirnya akan menghambat komunikasi.  Agar pronunciation bagus maka yang perlu dilakukan adalah sering mendengarkan orang berbahasa Inggris dan berlatih mengucapkannya. Dengan mengucapkan kata-kata bahasa Inggris tersebut akan melatih alat artikulasi sehingga terbiasa dengan bahasa Ingris. Oleh sebab itu ucapkanlah kata bahasa Inggris itu dengan lantang. Pronounciation yang bagus dalam bercerita tentu akan memberi nilai plus dalam ajang lomba storytelling. Menyampaikan cerita dengan artikulasi yang jelas, ketepatan pemenggalan kata atau kalimat, membuat cerita yang disampaikan hidup dan mampu memukau audiens

 

2.   Grammar

Grammar adalah aturan terstruktur yang mengatur susunan kata, frasa dan kalimat. Jadi dapat dikatakan bahwa grammar adalah tata bahasa yang mengatur  kaidah dan aturan dalam berbahasa terutama dalam aspek menulis. Grammar akan terlihat benar dan salah dengan jelas ketika kalimat, frasa, dan  kata tersebut dituliskan. Menyampaikan cerita dengan tata bahasa, pemilihan kosa kata yang tepat dan ungkapan yang benar tentu akan menambah keindahan dalam bercerita

 

3.   Intonation

Menurut Wikipedia, Intonasi yaitu tinggi rendahnya suatu nada pada kalimat, yang memberikan penekanan dalam kata-kata tertentu di suatu kalimat. Jadi dapat dikatakan bahwa intonasi merupakan irama ketika berbicara, penekanan tinggi rendahnya suara ketika berbicara yang bertujuan untuk memudahkan seseorang memahami apa yang kita sampaikan. Tekanan serta volume suara yang sesuai akan membuat cerita hidup dan dinikmati oleh pendengarnya. Intonasi saat marah akan sangat berbeda dengan nada suara saat bahagia. Cepat lambat berbicara juga merupakan intonasi yang akan membuat cerita yang disampaikan memukau dan dan mampu menghinoptis audiensnya

 

4.   Facial Expression dan Body Language

Facial expression adalah mimik wajah sedangkan body language adalah gerak tubuh. Menggunakan mimik wajah dan gerak tubuh yang tepat dapat mendukung dan mencerminkan nilai serta karakter tema cerita. Menyampaikan cerita secara komunikatif dengan menghadap langsung ke penonton, dengan cara duduk atau berdiri merupakan nilai tersendiri dalam bercerita. Gaya bercerita akan berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.  Gaya tersebut dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, latar belakang keluarga, jam terbang dan bakat seseorang dalam bercerita.   Gaya bercerita ini bukanlah bakat alam begitu saja tetapi bisa diasah dan dilatih secara terus menerus sehingga akan mendapatkan gaya khas tersendiri dan melekat pada orang tersebut.

 

5.   Content

Content merupakan isi cerita. Isi cerita seharusnya sesuai dengan tema yang sedang dibicarakan. Dalam lomba storytelling biasanya penyelenggara akan memberikan tema cerita bahkan sudah disiapkan judul – judul cerita yang akan dibawakan. Jangan sampai ketika dalam lomba storytelling cerita yang disampaikan tidak sesuai dengan tema atau bahkan tidak sesuai dengan daerah yang dipersyaratkan. Contohnya cerita yang disampaikan cerita lokal atau berasal dari dalam negeri. Tentu saja Cinderela, Rapunzel dan Snow White tidak bisa menjadi pilihan cerita.

 

6.   Fluency

Fluency dalam bahasa Indonesia adalah kelancaran dalam membawakan cerita. Peguasaan terhadap materi cerita akan memberi pengaruh besar terhadap kelancaran menyampaikan cerita. Apalagi menggunakan teknik hapalan, cerita yang disampaikan dengan teknik hapalan akan terasa datar dan tidak menarik. Begitu juga menyampaikan cerita terbata–bata tentu akan berpengaruh besar terhadap penilaian nantinya. Kelancaran yang dimaksud disini bukanlah membawakan cerita tanpa henti sehingga mengenyampingkan intonasi, penekanan dan gaya bercerita.

 

7.   Creativity

Kreativitas dalam menyampaikan cerita seperti memodifikasi atau menyesuaikan sudut pandang pencerita, mengembangkan isi cerita untuk menanamkan nilai yang diusung dan dapat menafsirkan isi cerita dengan cara menemukan nilai moral atau pesan yang tidak mainstream atau yang umum dalam cerita. Selanjutnya kreativitas dalam storytelling adalah menggunakan pakaian, gerakan dan alat bantu yang mendukung ketercapaian penyampaian cerita. Pakaian yang digunakan harus sesuai dengan cerita yang disampaikan. Begitu juga alat bantu. Alat bantu yang digunakan juga harus ada dalam cerita. Jangan sampai pakaian tidak mendukung isi cerita dan alat bantu diluar konteks cerita.

 

8.   Waktu

Dalam lomba storytelling waktu atau durasi bercerita selalu dibatasi. Pemanfaatan waktu yang efisien juga menjadi aspek penilaian dalam lomba bercerita. Waktu yang diberikanpun bervariasi berdasarkan ketentuan yang diberikan oleh penyelenggara lomba. Biasanya waktu yang diberikan berkisar 15 sampai 20 menit.

 

 



APA SAJA BAGIAN TEKS STORYTELLING?

 

 

Teks storytelling merupakan naskah cetak  yang akan disampaikan dalam bercerita. Naskah tersebut merupakan alur atau jalan cerita mulai dari awal sampai akhir penampilan. Di Wikipedia dinyatakan bahwa alur atau jalan cerita merupakan rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin sedemikian rupa sehingga menggerakkan jalan cerita, dari awal, tengah, hingga mencapai klimaks dan akhir cerita.  

Apakah penting membuat naskah cerita sebelum bercerita? Jawabannya tergantung kepada sipencerita itu sendiri. Jika sipencerita ingin penampilannya sukses alangkah baiknya dia membuat naskah cerita. Tapi jika sipencerita merasa yakin dia akan berhasil memukau penontonnya saat bercerita walaupun tidak membuat naskahnya sebelumnya, juga tidak ada salahnya.

Berikut ini bagian – bagian dari teks storytelling.

 

1.   Pembukaan

Pembukaan cerita berisikan salam pembuka, ucapan syukur, salam penghormatan kepada yang hadir. Bisa juga menambahkan dengan memberitahukan judul cerita yang akan disampaikan.

 

2.   Isi

Berdasarkan pengertian alur atau jalan cerita diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ada 3 bagaian cerita yakni awal cerita, tengah cerita dan akhir cerita

 

a.    Awal cerita

Awal cerita  sering juga disebut dengan orientasi. Orientation berisi pengenalan latar dan tokoh cerita yakni siapa, kapan, dan dimana suatu cerita ditetapkan. Bagian ini merupakan pendahuluan yang memperkenalkan tokoh cerita, tempat dimana cerita terjadi dan waktu kejadiannya. Pada umumnya waktu kejadian cerita tidak diketahui. Kata – kata yang sering dipakai seperti pada zaman dahulu. Di zaman dahulu kala, di suatu masa, dan sebagainya.

 

b.   Tengah cerita

Tengah cerita berisikan awal mulai terjadinya permasalahan atau konflik. Bagian ini menceritakan awal masalah yang menyebabkan puncak masalah atau yang biasa disebut dengan klimaks. Bagian ini biasanya melibatkan karakter – kharakter yang ada dalam cerita tersebut. Dalam satu cerita bisa saja akan terdapat beberapa konflik.

 

c.    Akhir cerita

Akhir cerita merupakan penyelesaian yang membuat jalan cerita berakhir. Setiap konflik yang muncul harus ada penyelesaiannya. Cerita dapat ditutup dengan akhir yang menyenangkan atau berakhir menyedihkan.

 

3.   Penutup

Penutup cerita berisikan penyampaian pesan moral dari cerita yang telah disampaikan.  Setelah itu bisa ditambahkan dengan ucapan terima kasih, mohon maaf dari kesilapan dan salam penutup

 


 





APA SAJA PERSIAPAN STORYTELLING?

 

 

Sebelum bercerita alangkah baiknya untuk mempersiapkan diri dengan maksimal. Persiapan yang matang akan meminimalisir kesalahan dan kekeliruan dalam bercerita. Sungguh tidak baik jika seorang pencerita tampil begitu saja tanpa ada persiapan sebelumnya. Kecuali pencerita professional yang memang sudah memiliki banyak pengalaman dan jam terbang yang tinggi. Terutama bercerita diajang lomba. Sama saja dengan mempermalukan diri ketika seseorang mengikuti lomba storytelling tapi tidak ada persiapan sama sekali. Persiapan yang dilakukan sebelum bercerita tersebut diantaranya adalah:

 

1.   Mengetahui auidens

Penting sekali mengetahui siapa saja yang akan mendengarkan cerita yang akan disampaikan. Dengan mengetahui siapa audience maka akan bisa memilih kata – kata yang tepat ketika bercerita. Begitu juga bahasa tubuh yang akan digunakan. Berpidato di depan anak TK tentu sangat berbeda dengan berpidato dihadapan ibu-ibu pejabat. Iklim ceritanya tentu berbeda sehingga atmosphere yang diciptakan juga berbeda. Begitu juga ketika bercerita dalam ajang lomba yang notabene penampilan sipencerita akan dinilai akan sangat berbeda dengan menampilkan cerita diacara perpisahan sekolah.

 

2.   Waktu yang disediakan untuk bercerita.

Durasi cerita juga mempengaruhi penyampaian cerita. Siapkanlah cerita berdasarkan waktu yang diberikan. Jika cerita yang sudah dikonsep melebihi waktu yang disediakan tentu cerita terkesan terburu-buru dan dikejar waktu begitu juga sebaliknya. Jika waktu yang diberikan cukup panjang akan lebih baik cerita lebih dimodifikasi dan dikembangkan

 

3.   Mengetahui tema acara

Tema merupakan hal yang sangat penting dalam bercerita. Tema cerita yang tidak tepat tentu akan membuat cerita yang disampaikan terkesan aneh dan lucu. Apalagi dalam ajang perlombaan. Cerita yang tidak sesuai dengan tema akan langsung didiskualifikasi meskipun penyampainnya sangat bagus.

 

 

 

4.   Menyusun teks cerita

Menyusun teks cerita dirasa perlu terutama bagi yang jam terbangnya masih sedikit. Setidaknya menyusun alur atau jalan cerita. Alur cerita  akan mengarahkan seorang pencerita tetap dikoridor ceritanya.

 

5.   Berlatih.

Latihan merupakan kata wajib yang harus dilaksanakan sebelum menampilkan cerita. Latihan yang maksimal akan memjadikan penampilan yang maksimal juga. Untuk itu jangan berhenti untuk melakukan latihan.