MARISAH,
S.Ag, M.Pd
Kepala
Sekolah Unggul Bervisi Internasional
Hello
sahabat Creativity Bernas. Selamat
datang kembali ke sekolah. Untuk adik-adik kelas VII, Selamat Datang di SMP
Negeri Bernas. Selamat bergabung dan mari kita ciptakan prestasi cemerlang.
Baiklah, untuk tokoh kita di Edisi kali ini, kami dengan bangga menampilkan
sosok yang sudah tidak asing lagi di sekolah kita. Beliau adalah Kepala SMP
Negeri Bernas. Ya… Benar. Ustazah Marisah,
S.Ag, M.Pd. Silakan simak wawancara exclusive Tim CB dengan beliau!
Tim
CB : “Selamat pagi
Ustazah. Terimakasih untuk waktu yang sudah Ustadzah luangkan untuk kami
melakukan wawancara. Baik. Ustadzah sudah 13 tahun menjadi Kepala Sekolah. Bisa
ustadzah ceritakan pengalaman karir Ustadzah
sebagai Kepala Sekolah?”
Ustadzah
Marisah : “Karir
Ustadzah sebagai Kepala Sekolah bermula pada tahun 2010. Ustadzah menjadi
Kepala Sekolah di SMPN 2 Pelalawan di kecamatan Pelalawan. Kemudian pada tahun 2018, Ustadzah mutasi ke
kecamatan Bandar Sekijang yakni di SMPN 2 Bandar Seikijang. Ustazah disana
sampai tahun 2021. Tiga tahun setelah itu Ustadzah mutasi ke Pangkalan Kerinci. Itu tepatnya di SMP Negeri Bernas yakni tahun
2022. Jadi di Sekolah kita ini sudah
lebih setahun lah”
Tim
CB : “Baiklah Ustazah.
Memimpin Sekolah bukan merupakan hal yang mudah, bisa Ustadzah ceritakan
strategi apa yang Ustadzah lakukan?”
Ustadzah
Marisah : “Benar
sekali. Namanya memimpin. Kita harus punya leadership.
Sebelum jadi Kepala Sekolah kita sudah dibekali dengan leadership itu oleh pemerintah. Ada namanya Pelatihan Cakep, Calon
Kepala Sekolah, dan harus lulus.
Kemudian adanya penguatan Kepala Sekolah yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi.
Di situ ada beberapa poin yang harus Ustadzah
dapatkan. Materi pembelajaran waktu CAKEP dan Penguatan itulah yang Ustadzah
terapkan sambil adanya pola pikir sendirilah yang Ustadzah berikan di sekolah. Setiap sekolah berbeda beda. Di kota dengan
di desa beda cara memimpinnya”
Tim
CB : “Keren sekali
Ustadzah. Tentu sudah banyak prestasi yang sudah Usyadzah ukir selama ini.
Mohon ceritakan pencapaian terbesar yang sudah Ustadzah miliki atau sudah Ustadzah raih?”
Ustadzah
Marisah : “Tahun
2015 meraih juara 3 Kepala Sekolah berprestasi.
Tahun 2017 kembali meraih Kepala
Sekolah berprestasi Tingkat Kabupaten Pelalawan, Kemudian tahun 2018 Ustadzah
ikut peserta Kepala Sekolah berprestasi tingkat Provinsi Riau. Sekarang ini kegiatan Ustadzah lebih fokus ke
kuliah S3 Ustadzah yang sudah hampir selesai. Untuk menyelesaikanya masih dalam tahap
Disertasi. Kalau orang S1 namanya skripsi kalau orang S3 namanya Disertasi. Doa kan mudah-mudahan tahun ini selesai ya”
Tim
CB : “Pasti Ustadzah.
Kami semua mendoakan semoga Disertasinya lancar dan Ustadzah segera meraih
gelar Doctor ya. Aamiin. Kita lanjut ya Ustadzah . Apa yang menjadi poin atau fokus
utama yang Ustadzah lakukan untuk mengembangkan SMP Negeri Bernas?”
Ustadzah
Marisah :
“Poin pertama. Ustadzah lihat dari segi Kemampuan Tenaga Pendidiknya sudah
bagus dan sudah professional. Peserta didiknya juga sudah disiplin. Kalau
disini tingkat kedisiplinan dan pengetahuan seluruh siswanya sudah di atas rata
rata lah ya. Inovasi Ustadzah untuk tahun ini. Pertama, Sekolah Berbudaya Melayu. Mungkin Ananda sudah merasakannya sebagian
kecil sudah dimulai tahun 2023 ini. Kemudian Sekolah Digital atau kelas Cybernetik. Kita belajar menggunakan
Android. Mungkin masih beberapa
kelas. Ditahun ini kalau bisa seluruh kelas. Yang ketiga ada Plus Keagamaan yang sudah dilaksanakan
tahun lalu terutama untuk kelas VII. Selanjutnya ada Gerakan Bersih Sekolahku. Tahun ini akan menuju Sekolah Sehat dalam artian bukan bebas
sampah saja namun kantinnya juga sehat semua. Ada lagi Peduli Lingkungan. Kita
akan hijaukan SMP Negeri Bernas ini dari segi lingkungan. Kita juga peduli sama
lingkungan di sekitar kita, tentang kebersihan, tentang kesehatan, tentang
lingkungan sehingga nantinya SMPN Bernas kita ini yang namanya sudah terkenal akan
lebih bagus lagi namanya di luar sana. Ananda juga harus mendukung program kita
ya”
Tim
CB : “Pasti Ustadzah.
Kita semua mendukung 100% program-program sekolah kita. Ok Ustazah. Selanjutnya
apa cita – cita atau keinginan terbesar Ustadzah untuk SMP Negeri Bernas ini?”
Ustadzah
Marisah :
Kalau cita-cita Ustadzah ingin membawa SMPN Bernas ini jadi salah satu sekolah
terfavorit di Kabupaten Pelalawan. Kemudian menuju lagi keprovinsi dan
kenasional. Tari sudah, Musik sudah dan LCC Museum juga sudah. Nanti yang Sekolah
Berbudaya Melayu itu kita akan MOU dan akan bekerja sama dengan sekolah yang
ada di Malaysia. Nanti ada utusan dari
kita dengan beberapa OSIS akan dibawa kesana untuk berkunjung dan saling
bertukar ilmu. Ini sudah Ustadzah sampaikan ke bapak Bupati dan beliau merespon
dan mudah-mudahan itu menjadi salah satu ikon dari kabupaten Pelalawan kita. Aamiin”
Sungguh
amazing ya Ustadzah kita ini.
Berprestasi, baik hati dan juga punya ilmu dan wawasan yang sangat luas.
Alright. Semoga apa yang sudah Ustadzah Marisah sampaikan dapat menjadi pedoman
bagi kita semua. Program yang beliau gagas berjalan lancar dan sukses. Sehat
selalu ya ustadzah. Terimakasih banyak. Wassalam. ( Tim CB )
SUASANA
HARI PERTAMA SEKOLAH
P |
ada
hari pertama masuk sekolah tentu banyak perasaan yang bercampur aduk di dalam
hati para siswa. Setelah libur panjang, kini saatnya para siswa kembali bertemu
dengan teman-teman sekelas, guru- guru, dan suasana belajar yang baru. Kali
ini, kita akan menjelajahi suasana yang terjadi pada hari pertama sekolah. Dari
kegembiraan siswa- siswi yang baru saja bertemu kembali, hingga integrasi
dengan guru-guru dan kegiatan OSIS yang menarik. Ok Check it down!
PERTEMUAN
KEMBALI DENGAN TEMAN-TEMAN
|
P |
ada
hari pertama sekolah, suasana di sekolah sangatlah ceria. Siswa-siswa yang
sebelumnya telah menjalani liburan panjang, kini berkumpul kembali dengan
senang dan gembira. Mereka saling bercerita tentang pengalaman liburan dan saling
bertukar kabar. Tawa riang pun terdengar di setiap sudut sekolah menandakan. Kebahagiaan
mereka kembali bersama-sama.
HUBUNGAN
DENGAN GURU
ubungan yang
baik antara siswa dan guru sangatlah penting dalam menciptakan suasana belajar
yang positif. Pada hari pertama sekolah, siswa-siswa dapat merasakan betapa
dekatnya hubungan mereka dengan para guru.
Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar. tetapi juga sebagai teman
dan pembimbing.
Guru-guru tentu
sangat mendukung siswa-siswanya dalam mengembangkan potensi mereka. Mereka
memberikan pengajaran yang menyenangkan dan interaktif, sehingga siswa-siswa
merasa senang dan termotivasi untuk belajar. Hubungan yang erat ini memberikan
dorongan positif dalam proses pembelajaran.
PERAN
OSIS
|
O |
rganisasi
Siswa Intra Sekolah (OSIS) juga turut berperan dalam menciptakan suasana yang
menyenangkan di sekolah. Pada hari pertama sekolah, OSIS terlibat dalam
berbagai kegiatan yang menarik dan menghibur bagi siswasiswa Mereka mengadakan
acara sambutan, permainan, dan juga pemberian penghargaan kepada siswa yang
berprestasi.
Keterlibatan OSIS dalam kegiatan sekolah mengajarkan siswa-siswa tentang
kerjasama, kepemimpinan, dan pengembangan diri. Dalam suasana keakraban yang
tercipta, siswa-siswa merasa lebih nyaman dan termotivasi untuk berpartisipasi
dalam kegiatan sekolah. OSIS menjadi salah satu elemen penting yang membuat sekolah
begitu istimewa
KESIMPULAN
|
S |
uasana
hari pertama sekolah memberikan pengalaman yang berharga bagi siswa-siswa. Kegembiraan
dan kehangatan yang terasa di antara teman-teman sekelas, hubungan yang erat
dengan guru-guru, dan keterlibatan OSIS, semuanya memberikan dampak positif
terhadap proses belajar mengajar di sekolah. Sekolah yang tidak hanya menawarkan
pendidikan yang berkualitas, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan dan penuh semangat. Pada hari pertama sekolah, siswa-siswa dapat
merasakan betapa pentingnya persahabatan dan kerjasama di lingkungan sekolah.
Semuanya berkat keberadaan sekolah yang memahami pentingnya suasana yang
positif dan kondusif bagi perkembangan siswa. ( Kaysa )
BONO, THE SEVEN GHOSTS WAVE
Bono, meaning
"truth" in the Malay language, is a tidal wave similar to the one
found in Pororoca, in Brazil's Amazon. The phenomenon occurs in the Kampar
River Sumatra province of Riau in Indonesia due to a unique combination of
geographical, astronomical, and meteorological conditions.
The tidal bore is created
when high tide seawater flows upstream from the wide, shallow estuary into a
rapidly narrowing river channel, clashing with the downstream flowing river
water.
These waves can be quite impressive,
traveling from the sea at speeds up to 40 kilometers per hour and reaching
heights of four to six meters. It is often accompanied by roaring sound and
strong winds.
The Bono waves have also
been attributed to the people that lost their lives in here and the evil
spirits associated with these tragic events. So, the Seven Ghosts is a section
of the Kampar River where the bore slows down in a sandbar area and then
multiplies once it gets back into deep water
THE PIED PIPER AND RATS
Once there was a town called Hamelin. The only thing wrong was it was full of rats. They destroyed people’s farms, houses and food supplies. The people went to the mayor to solve the problem.
One day, a strange man came to town. The stranger offered to
get rid off the rats. In return, the mayor would give him money.
The Pied Piper was a strange-looking man. He was tall and
always wore pointed hat, and a long, flowing cape. He played a long, shiny
flute. The piper began to play in the town square.
Rats came running from everywhere. They came out from the
houses and the shops. The Pied Piper played up and down the streets. Everywhere
he went, the rats followed him. The Pied Piper led the rats to the river. The
rats all jumped into the river and drowned.
The people cheered. They were happy to be rid of the rats.
But the mayor changed his mind about the money. He refused to give any money at
all to the Pied Piper. “Give me the money your promised,” he said. “If you
don’t, I’ll play a different tune you will not like,” he warned. But the mayor
still refused. The Pied Piper picked up his flute and began to play a new tune.
Once the flute was played, all the children in the town were
like being hypnotized. These children followed the Pied Piper wherever he was
playing the flute. When The Pied Piper reached the river bank, he stopped
walking, but the children were still walking toward the river.
Fear of their safety, the mayor begged The Pied Piper to let
the children go and paid the money he promised. All of sudden the children
awoke and their parents rushed to get their beloved children.
The Pied Piper was happy to get the money and the mayor finally learned a lesson from this.
HORSE AND DONKEY
Horse and donkey come from
the same family. Horse and donkey are almost the same in shape but they are trully
different. In size, horse is heavier
than donkey becouse horse body is bigger than donkey. On feeling, Donkey is
more sensitive than horse becouse it has very distinctive feeling.
Donkey has visible longer ears while horse tends to have longger faces. Donkey
has smaller hoofs than horse. Donkey’s back is fatter than horse’s. Donkey is
harder to starle and will consider the risk before it decides to run or stick around. Horse has softer and
more flowing hair than donkey. Donkey is wellknown as the most stupid
animals in the world while horse is the fatest running animals. Horse and
donkey are tame animals. They can help human in doing their activities.
NARRATIVE
DODI INDRA, S.S
Read these wonderful stories
1. Tangkuban Perahu or Sangkuriang
Dayang Sumbi was exiled in the jungle,
because she was unmarried but pregnant. She gave a birth to a baby boy and
named him Sangkuriang .
One day he went hunting with his dog, si
Tumang. In the bush he saw a pig, Wayungyang. He wanted to shoot Wayungyang but
si Tumang hindered him. He was angry at it and killed it, and then took its
heart home. When he told that it was si Tumang’s heart, she was very angry and
hit Sang Kuriang’s head with a spoon. And he ran away and left his mother to
the east. He did not know himself and forgot his name. He was about 16 years of
age.
After along time Sang Kuriang came back to
the jungle where his mother lived. She looked younger than her age, so Sang
Kuriang fell in love with her. “Will you marry me?’’ one day he asked her. But
Dayang Sumbi refused because she recognized that he was her son. He insisted to
marry her and Dayang Sumbi asked two marriage settlements. One, he had to
dammed Citarum river, and two, had to make a boat in one night
Sang Kuriang almost finished his work but
Dayang Sumbi cheated him. He was angry and kicked the boat. The boat fell
upside down on the peak of mountain. It was known Tangkuban Perahu, at the
northern of Bandung, West Java.
2, The Poor Roasters
A Story From The Farm Yard Two roosters were fighting fiercely to be the king of the farm yard. One finally gained advantage and the other surrendered.
The loosing rooster slunk away and hid itself in a quiet corner. The winner flew up to a high wall, flapped its wings and crowed its victory, as loud as it could.
Suddenly, an eagle came sailing through the air and carried it off, with its talons. The loosing rooster immediately came out of its corner and ruled the farm yard from then on.
3. The Rabbit and The Turtle
One day a rabbit was boasting about how fast he could
run. He was laughing at the turtle for being so slow.
Much to the rabbit’s surprise, the turtle
challenged him to a race. The rabbit thought this was a good joke and accepted
the challenge. The fox was the umpire of the race. As the race began, the
rabbit raced way ahead of the turtle, just like everyone thought.
The rabbit got to the halfway point and
could not see the turtle anywhere. He was hot and tired and decided to stop and
take a short nap. All this time the turtle kept walking step by step by step.
He never quit no matter how hot or tired he got. He just kept going.
However, the rabbit slept longer than he
had thought and woke up. He could not see the turtle anywhere! He went at
full-speed to the finish line but found the turtle there waiting for him.







