Ice Cream Banana Boat
Bahan
- Ice cream 3 cup
- Ceres warna-warni 3 sdm
- Chery sck
- Milk sck
- Banana 2 buah
Cara membuat
- Pisang dipotong sesuai selera dan diletakkan dibawah
- Kemudian letakkan ice cream
- Beri ceres dan susu diatasnya
- Siap dihidangkan.
Bahan
- Ice cream 3 cup
- Ceres warna-warni 3 sdm
- Chery sck
- Milk sck
- Banana 2 buah
Cara membuat
- Pisang dipotong sesuai selera dan diletakkan dibawah
- Kemudian letakkan ice cream
- Beri ceres dan susu diatasnya
- Siap dihidangkan.
Chopped Steak
Bahan
- Beef 100 gr
- Egg 1 sdm
- Salt 1 sdt
- Pepper ½ sdt
- L & P Sauce ½ sdt
- Onion (Chopped) 2 sdt
- Butter 1 sdm
- Peterseli ½ sdt
Bahan Sauce Gravi :
- Butter 2 sdm
- Onion ½ bh
- Tepung terigu sck
- Daun peterseli sck
- Salt sck
- Pepper sck
- Jeruk nipis ½ bh
Cara membuat :
I. Chopped Steak
- Campur semua bahan menjadi satu & aduk sampai rata
- Bentuk beef menjadi bulat & pipihkan kemudian goreng
II. Saus Gravi
- Ambil sisa minyak untuk frying beef
- Kemudian + peterseli chopped + salt + pepper + air jeruk nipis, aduk, rasa & cicip.
Bahan
- Beef 100 gr
- Egg 1 sdm
- Salt 1 sdt
- Pepper ½ sdt
- L & P Sauce ½ sdt
- Onion (Chopped) 2 sdt
- Butter 1 sdm
- Peterseli ½ sdt
Bahan Sauce Gravi :
- Butter 2 sdm
- Onion ½ bh
- Tepung terigu sck
- Daun peterseli sck
- Salt sck
- Pepper sck
- Jeruk nipis ½ bh
Cara membuat :
I. Chopped Steak
- Campur semua bahan menjadi satu & aduk sampai rata
- Bentuk beef menjadi bulat & pipihkan kemudian goreng
II. Saus Gravi
- Ambil sisa minyak untuk frying beef
- Kemudian + peterseli chopped + salt + pepper + air jeruk nipis, aduk, rasa & cicip.
Cream of corn soup
Ban :
- Butter 25 gram
- Corn 250 gram
- Milk 1 desiliter
- Salt sck
- Papper sck
- Cream 1 desiliter
Bahan White Stock
- Kaki ayam 100 gram
- Union ¼ buah
- Carot 50 gram
- Seledri 50 gram
- Air sck
- Bouquet qarni -
- Leek 1 batang
- Pepper sck
- Thyme sck
- Bay leaves 1 bh
Cara membuat
- Tumis Onion dengan butter sampai harum
- Masukkan corn yang telah dihaluskan, diaduk-aduk
- Tambahkan white stock dan didihkan, masukkan milk sambil diaduk-aduk
- Bumbui dengan salt dan pepper masak lagi sampai 30 menit di api kecil
- Masukkan ide cream segar sambil diaduk rata
- Siap dihidangkan.
Ban :
- Butter 25 gram
- Corn 250 gram
- Milk 1 desiliter
- Salt sck
- Papper sck
- Cream 1 desiliter
Bahan White Stock
- Kaki ayam 100 gram
- Union ¼ buah
- Carot 50 gram
- Seledri 50 gram
- Air sck
- Bouquet qarni -
- Leek 1 batang
- Pepper sck
- Thyme sck
- Bay leaves 1 bh
Cara membuat
- Tumis Onion dengan butter sampai harum
- Masukkan corn yang telah dihaluskan, diaduk-aduk
- Tambahkan white stock dan didihkan, masukkan milk sambil diaduk-aduk
- Bumbui dengan salt dan pepper masak lagi sampai 30 menit di api kecil
- Masukkan ide cream segar sambil diaduk rata
- Siap dihidangkan.
Laporan Ujian Praktik“Menghitung Koefisien Restitusi Bola”
Kata Pengantar
Puji dan syukur saya panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa berkat limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya lah sehingga saya dapat menyelesaikan Laporan Ujian Praktik ‘’Menghitung Koefisien Restitusi Bola’’ ini. Laporan ini saya susun guna untuk menambah ilmu pengetahuan teman-teman sekalian.
Kritik dan saran saya harapkan agar dikemudian hari, laporan ini dapat lebih baik kedepannya.
Nunukan, 02 juni 2011
Penyusun
Yuni Kartika
DAFTAR ISI
Hal
HALAMAN JUDUL.............................................................................................. i
KATA PENGANTAR.......................................................................................... ii
DAFTAR ISI......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 3
1.1 Landasan Teori.............................................................................. 3
BAB II LANGKAH KERJA............................................................................. 5
2.1 Tujuan............................................................................................. 5
2.2 Alat dan Bahan............................................................................... 5
2.3 Cara Kerja...................................................................................... 5
BAB III TUGAS DAN PERTANYAAN........................................................... 6
BAB IV HASIL PERCOBAAN........................................................................ 7
BAB V PEMBAHASAN.................................................................................... 8
5.1 Grafik............................................................................................... 8
5.2 Perbandingan Gradien................................................................... 9
5.3 Kesimpulan...................................................................................... 9
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Landasan Teori
Tumbukan
Peristiwa tumbukan antara dua buah benda dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Perbedaan tumbukan-tumbukan tersebut dapat diketahui berdasarkan nilai koefisien elastisitas (koefisien restitusi) dari dua buah benda yang bertumbukan. Koefisien restitusi dari dua benda yang bertumbukan sama dengan perbandingan negatif antara beda kecepatan sesudah tumbukan dengan beda kecepatan sebelum tumbukan. Secara matematis, koefisien restitusi dapat dinyatakan sebagai berikut:
dengan :
e = koefisien elastisitas ( 0 < e <1)
Jenis- Jenis Tumbukan
Ketika dua buah benda saling bergerak mendekati kemudian bertumbukan (bertabrakan), setidaknya ada tiga jenis tumbukan yang terjadi.
1) Tumbukan Lenting Sempurna
Pada peristiwa tumbukan lenting sempurna, berlaku :
a. Hukum kekekalan energi mekanik
b. Hukum kekekalan momentum
c. Koefisien restitusi e = 1
Tumbukan lenting sempurna
2) Tumbukan Lenting Sebagian
Pada peristiwa tumbukan lenting sebagian, berlaku :
a. Hukum kekekalan momentum
b. Koefisien restitusi (0 <e<1)
c. hanya satu benda yang menumbuk dan memantul
Tumbukan Lenting Sebagian
3) Tumbukan Tak Lenting sama sekali
Pada tumbukan tak lenting sama sekali, berlaku :
a. Seluruh energi mekanik terserap.
b. Berlaku hukum kekekalan momentum.
c. Setelah tumbukan, benda menyatu.
d. Koefisien restitusi e = 0.
e. Kecepatan sesudah tumbukan :
f. Untuk kasus tumbukan tak elastis dan benda kedua dalam keadaan diam (v2 = 0), maka nilai perbandingan energi kinetik kedua sistem :
Tumbukan Tidak Lenting Sama Sekali
BAB 2
LANGKAH KERJA
2.1 Tujuan
Tujuan dilakukannya kegiatan ini yaitu:
a. Menentukan hubungan antara tinggi awal dengan tinggi pantulan.
b. Menghitung koefisien restitusi bola.
2.2 Alat Dan Bahan
a. Bola Tenis Lapangan (bola kasti)
b. Bola Tenis Meja (bola pimpong)
c. Meteran
2.3 Cara Kerja
a. Jatuhkan bola tenis lapangan dari ketinggian hk yang ditentukan.
b. Ukur tinggi pantulan sebagai h’k dan catat dalam tabel yang telah dibuat.
c. Ulangi cara kerja a-b untuk nilai h yabg berbeda-beda.
d. Ulangi cara kerja c untuk bola tenis meja (bola pimpong).
BAB 3
TUGAS DAN PERTANYAAN
3.1. Buatlah grafik antara akar tinggi bola sebelum dijatuhkan (√hk) dengan akar tinggi bola pantulan (√h’k)
3.2 Bandingkanlah gradien garis pada grafik akar sebelum dijatuhkan antara tinggi bola sebelum dijatuhkan (√hk) dengan akar tinggi bola pantulannya (√h’k) untuk bola tenis lapangan dan bola tenis meja.
3.3 Apa kesimpulan dari percobaan ini ?
Kata Pengantar
Puji dan syukur saya panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa berkat limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya lah sehingga saya dapat menyelesaikan Laporan Ujian Praktik ‘’Menghitung Koefisien Restitusi Bola’’ ini. Laporan ini saya susun guna untuk menambah ilmu pengetahuan teman-teman sekalian.
Kritik dan saran saya harapkan agar dikemudian hari, laporan ini dapat lebih baik kedepannya.
Nunukan, 02 juni 2011
Penyusun
Yuni Kartika
DAFTAR ISI
Hal
HALAMAN JUDUL.............................................................................................. i
KATA PENGANTAR.......................................................................................... ii
DAFTAR ISI......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 3
1.1 Landasan Teori.............................................................................. 3
BAB II LANGKAH KERJA............................................................................. 5
2.1 Tujuan............................................................................................. 5
2.2 Alat dan Bahan............................................................................... 5
2.3 Cara Kerja...................................................................................... 5
BAB III TUGAS DAN PERTANYAAN........................................................... 6
BAB IV HASIL PERCOBAAN........................................................................ 7
BAB V PEMBAHASAN.................................................................................... 8
5.1 Grafik............................................................................................... 8
5.2 Perbandingan Gradien................................................................... 9
5.3 Kesimpulan...................................................................................... 9
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Landasan Teori
Tumbukan
Peristiwa tumbukan antara dua buah benda dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Perbedaan tumbukan-tumbukan tersebut dapat diketahui berdasarkan nilai koefisien elastisitas (koefisien restitusi) dari dua buah benda yang bertumbukan. Koefisien restitusi dari dua benda yang bertumbukan sama dengan perbandingan negatif antara beda kecepatan sesudah tumbukan dengan beda kecepatan sebelum tumbukan. Secara matematis, koefisien restitusi dapat dinyatakan sebagai berikut:
dengan :
e = koefisien elastisitas ( 0 < e <1)
Jenis- Jenis Tumbukan
Ketika dua buah benda saling bergerak mendekati kemudian bertumbukan (bertabrakan), setidaknya ada tiga jenis tumbukan yang terjadi.
1) Tumbukan Lenting Sempurna
Pada peristiwa tumbukan lenting sempurna, berlaku :
a. Hukum kekekalan energi mekanik
b. Hukum kekekalan momentum
c. Koefisien restitusi e = 1
Tumbukan lenting sempurna
2) Tumbukan Lenting Sebagian
Pada peristiwa tumbukan lenting sebagian, berlaku :
a. Hukum kekekalan momentum
b. Koefisien restitusi (0 <e<1)
c. hanya satu benda yang menumbuk dan memantul
Tumbukan Lenting Sebagian
3) Tumbukan Tak Lenting sama sekali
Pada tumbukan tak lenting sama sekali, berlaku :
a. Seluruh energi mekanik terserap.
b. Berlaku hukum kekekalan momentum.
c. Setelah tumbukan, benda menyatu.
d. Koefisien restitusi e = 0.
e. Kecepatan sesudah tumbukan :
f. Untuk kasus tumbukan tak elastis dan benda kedua dalam keadaan diam (v2 = 0), maka nilai perbandingan energi kinetik kedua sistem :
Tumbukan Tidak Lenting Sama Sekali
BAB 2
LANGKAH KERJA
2.1 Tujuan
Tujuan dilakukannya kegiatan ini yaitu:
a. Menentukan hubungan antara tinggi awal dengan tinggi pantulan.
b. Menghitung koefisien restitusi bola.
2.2 Alat Dan Bahan
a. Bola Tenis Lapangan (bola kasti)
b. Bola Tenis Meja (bola pimpong)
c. Meteran
2.3 Cara Kerja
a. Jatuhkan bola tenis lapangan dari ketinggian hk yang ditentukan.
b. Ukur tinggi pantulan sebagai h’k dan catat dalam tabel yang telah dibuat.
c. Ulangi cara kerja a-b untuk nilai h yabg berbeda-beda.
d. Ulangi cara kerja c untuk bola tenis meja (bola pimpong).
BAB 3
TUGAS DAN PERTANYAAN
3.1. Buatlah grafik antara akar tinggi bola sebelum dijatuhkan (√hk) dengan akar tinggi bola pantulan (√h’k)
3.2 Bandingkanlah gradien garis pada grafik akar sebelum dijatuhkan antara tinggi bola sebelum dijatuhkan (√hk) dengan akar tinggi bola pantulannya (√h’k) untuk bola tenis lapangan dan bola tenis meja.
3.3 Apa kesimpulan dari percobaan ini ?
Hormon pertumbuhan (GH) adalah hormon berbasis protein peptida. Merangsang pertumbuhan, reproduksi sel dan regenerasi pada manusia dan hewan lainnya. Hormon pertumbuhan adalah asam 191 amino, tunggal-rantai polipeptida yang disintesis, disimpan, dan dikeluarkan oleh sel somatotroph dalam sayap lateral kelenjar pituitari anterior.
Somatotropin merujuk pada hormon pertumbuhan 1 yang diproduksi secara alami dalam hewan, sedangkan istilah somatropin merujuk pada hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh DNA rekombinan teknologi, dan adalah disingkat "HGH" pada manusia.
Hormon pertumbuhan digunakan dalam pengobatan untuk mengobati anak-anak pertumbuhan gangguan dan defisiensi hormon pertumbuhan dewasa. Dalam beberapa tahun terakhir, terapi penggantian hormon pertumbuhan telah menjadi populer di pertempuran melawan penuaan dan obesitas.
Efek yang dilaporkan pada pasien GH-kekurangan (tetapi tidak pada orang sehat) termasuk lemak tubuh penurunan, peningkatan otot massa, peningkatan kepadatan tulang, meningkatkan tingkat energi, meningkatkan kulit nada dan tekstur, peningkatan fungsi seksual, dan meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Saat ini, hGH masih dianggap sebagai hormon yang sangat kompleks, dan banyak dari fungsinya masih belum diketahui.
Dalam perannya sebagai agen anabolik, HGH telah digunakan oleh pesaing dalam olahraga sejak tahun 1970-an, dan telah dilarang oleh IOC dan NCAA.
Urin tradisional analisis tidak bisa mendeteksi doping dengan HGH, sehingga larangan itu tidak dapat dilaksanakan sampai awal 2000-an ketika tes darah yang bisa membedakan antara alam dan buatan hGH mulai dikembangkan.
Tes darah yang dilakukan oleh WADA di Olimpiade 2004 di Athena terutama ditargetkan HGH. Sementara baru-baru ini varian tambahan ~ 23-24 kDa juga telah dilaporkan di post-exercise Serikat pada proporsi yang lebih tinggi.
Varian ini belum diidentifikasi, tetapi telah diusulkan bertepatan dengan 22 kDa glycosilated varian kDa 23 diidentifikasi dalam kelenjar pituitari.
Selain itu, varian ini beredar sebagian terikat pada suatu protein (protein mengikat hormon pertumbuhan, GHBP), yang merupakan bagian terpotong reseptor hormon pertumbuhan, dan asam labil subunit (ALS).
Peraturan
Peptida dirilis oleh inti neurosecretory hipotalamus (melepaskan hormon pertumbuhan hormon /'' somatocrinin'' dan menghambat pertumbuhan hormon hormon /'' somatostatin'') ke dalam darah vena portal hypophyseal sekitar hipofisis yang kontroler utama GH sekresi oleh somatotropes.
Namun, meskipun keseimbangan ini merangsang dan menghambat peptida menentukan GH rilis, keseimbangan ini dipengaruhi oleh banyak fisiologis Analyzer, Nerve (misalnya, latihan, nutrisi, tidur) dan inhibitor GH sekresi (misalnya, asam lemak bebas)
'' Analyzer, Nerve '' dari HGH sekresi meliputi:
• peptida hormon
o Melepaskan hormon pertumbuhan hormon (GHRH) melalui mengikat untuk melepaskan hormon pertumbuhan hormon reseptor (GHRHR)
o Ghrelin melalui mengikat hormon pertumbuhan secretagogue reseptor (GHSR)
o hormon seks
peningkatan androgen sekresi pada masa pubertas (pada laki-laki dari testis dan betina dari korteks adrenal)
• somatostatin dari inti periventricular
• beredar konsentrasi GH dan IGF-1 (negatif umpan balik pada pituitari dan hipotalamus)
• dihidrotestosteron
Selain untuk kontrol oleh endogen dan stimulus proses, beberapa senyawa asing (xenobiotics seperti obat-obatan dan endokrin pengganggu) diketahui untuk mempengaruhi GH sekresi dan fungsi.
Somatotropin merujuk pada hormon pertumbuhan 1 yang diproduksi secara alami dalam hewan, sedangkan istilah somatropin merujuk pada hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh DNA rekombinan teknologi, dan adalah disingkat "HGH" pada manusia.
Hormon pertumbuhan digunakan dalam pengobatan untuk mengobati anak-anak pertumbuhan gangguan dan defisiensi hormon pertumbuhan dewasa. Dalam beberapa tahun terakhir, terapi penggantian hormon pertumbuhan telah menjadi populer di pertempuran melawan penuaan dan obesitas.
Efek yang dilaporkan pada pasien GH-kekurangan (tetapi tidak pada orang sehat) termasuk lemak tubuh penurunan, peningkatan otot massa, peningkatan kepadatan tulang, meningkatkan tingkat energi, meningkatkan kulit nada dan tekstur, peningkatan fungsi seksual, dan meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Saat ini, hGH masih dianggap sebagai hormon yang sangat kompleks, dan banyak dari fungsinya masih belum diketahui.
Dalam perannya sebagai agen anabolik, HGH telah digunakan oleh pesaing dalam olahraga sejak tahun 1970-an, dan telah dilarang oleh IOC dan NCAA.
Urin tradisional analisis tidak bisa mendeteksi doping dengan HGH, sehingga larangan itu tidak dapat dilaksanakan sampai awal 2000-an ketika tes darah yang bisa membedakan antara alam dan buatan hGH mulai dikembangkan.
Tes darah yang dilakukan oleh WADA di Olimpiade 2004 di Athena terutama ditargetkan HGH. Sementara baru-baru ini varian tambahan ~ 23-24 kDa juga telah dilaporkan di post-exercise Serikat pada proporsi yang lebih tinggi.
Varian ini belum diidentifikasi, tetapi telah diusulkan bertepatan dengan 22 kDa glycosilated varian kDa 23 diidentifikasi dalam kelenjar pituitari.
Selain itu, varian ini beredar sebagian terikat pada suatu protein (protein mengikat hormon pertumbuhan, GHBP), yang merupakan bagian terpotong reseptor hormon pertumbuhan, dan asam labil subunit (ALS).
Peraturan
Peptida dirilis oleh inti neurosecretory hipotalamus (melepaskan hormon pertumbuhan hormon /'' somatocrinin'' dan menghambat pertumbuhan hormon hormon /'' somatostatin'') ke dalam darah vena portal hypophyseal sekitar hipofisis yang kontroler utama GH sekresi oleh somatotropes.
Namun, meskipun keseimbangan ini merangsang dan menghambat peptida menentukan GH rilis, keseimbangan ini dipengaruhi oleh banyak fisiologis Analyzer, Nerve (misalnya, latihan, nutrisi, tidur) dan inhibitor GH sekresi (misalnya, asam lemak bebas)
'' Analyzer, Nerve '' dari HGH sekresi meliputi:
• peptida hormon
o Melepaskan hormon pertumbuhan hormon (GHRH) melalui mengikat untuk melepaskan hormon pertumbuhan hormon reseptor (GHRHR)
o Ghrelin melalui mengikat hormon pertumbuhan secretagogue reseptor (GHSR)
o hormon seks
peningkatan androgen sekresi pada masa pubertas (pada laki-laki dari testis dan betina dari korteks adrenal)
- estrogen
- clonidine dan L-DOPA oleh merangsang GHRH rilis
- hipoglikemia, arginin dan propranolol oleh menghambat somatostatin rilis
- Puasa
- latihan kuat
• somatostatin dari inti periventricular
• beredar konsentrasi GH dan IGF-1 (negatif umpan balik pada pituitari dan hipotalamus)
• dihidrotestosteron
Selain untuk kontrol oleh endogen dan stimulus proses, beberapa senyawa asing (xenobiotics seperti obat-obatan dan endokrin pengganggu) diketahui untuk mempengaruhi GH sekresi dan fungsi.
Tanggal 2 Mei adalah hari pendidikan nasional. Hari itu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional Indonesia. Peringatan ini diberikan untuk mengenang tokoh pendidikan nasional Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang lahir pada 2 Mei 1889.
Soewardi berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Ia menamatkan pendidikan dasar di ELS (Europeesche Lagere School, Sekolah Dasar Eropa/Belanda). Ia sempat melanjutkan sekolah ke STOVIA (School tot Opleiding voor Indische Artsen, Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar seperti Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara.
Ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik sejak muda. Di perkumpulan Boedi Oetomo yang didirikan tahun 1908, ia menjadi seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.
Suatu kali pemerintah Hindia Belanda berniat mengumpulkan sumbangan dari warga (termasuk pribumi) untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis pada tahun 1913. Soewardi menanggapinya dengan kritis melalui satu tulisannya berjudul Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga), tulisan yang dianggap pedas oleh Belanda. Namun tulisan paling pedasnya adalah Als ik eens Nederlander was (Seandainya Aku Seorang Belanda) yang dimuat di De Express, koran yang dipimpin Ernest Douwes Dekker, sahabatnya.
Gara-gara tulisan ini ia ditangkap dan diasingkan ke Pulau Bangka. Namun penangkapan itu diprotes dua sahabatnya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo. Protes dua sahabatnya itu berujung pada pengasingan ketiganya ke Belanda pada tahun itu juga (1913). Ketiga sahabat itu dikenal sebagai Tiga Serangkai.
Dalam pengasingan, Soewardi aktif dalam organisasi para pelajar asal Indonesia, Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia). Di sinilah ia kemudian merintis cita-citanya memajukan kaum pribumi dengan belajar ilmu pendidikan hingga memperoleh Europeesche Akte.
Soewardi kembali ke Indonesia pada bulan September 1919 dan bergabung dalam sekolah binaan saudaranya. Pengalaman mengajar ini kemudian digunakannya untuk mengembangkan konsep mengajar bagi sekolah yang ia dirikan pada tanggal 3 Juli 1922 yaitu Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa. Soewardi mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara saat ia genap berusia 40 tahun menurut hitungan penanggalan Jawa. Ia juga tak lagi menggunakan gelar kebangsawanannya agar bisa lebih dekat dengan rakyat.
Pada masa kemerdekaan Ki Hajar Dewantara diangkat menjadi Menteri Pengajaran Indonesia yang pertama.Pada tahun 1957 ia mendapat gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari Universitas Gadjah Mada. Ia meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 26 April 1959. Dan atas jasanya di bidang pendidikan itu ia diangkat menjadi Pahlawan Nasional dan hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Soewardi berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Ia menamatkan pendidikan dasar di ELS (Europeesche Lagere School, Sekolah Dasar Eropa/Belanda). Ia sempat melanjutkan sekolah ke STOVIA (School tot Opleiding voor Indische Artsen, Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar seperti Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara.
Ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik sejak muda. Di perkumpulan Boedi Oetomo yang didirikan tahun 1908, ia menjadi seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.
Suatu kali pemerintah Hindia Belanda berniat mengumpulkan sumbangan dari warga (termasuk pribumi) untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis pada tahun 1913. Soewardi menanggapinya dengan kritis melalui satu tulisannya berjudul Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga), tulisan yang dianggap pedas oleh Belanda. Namun tulisan paling pedasnya adalah Als ik eens Nederlander was (Seandainya Aku Seorang Belanda) yang dimuat di De Express, koran yang dipimpin Ernest Douwes Dekker, sahabatnya.
Gara-gara tulisan ini ia ditangkap dan diasingkan ke Pulau Bangka. Namun penangkapan itu diprotes dua sahabatnya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo. Protes dua sahabatnya itu berujung pada pengasingan ketiganya ke Belanda pada tahun itu juga (1913). Ketiga sahabat itu dikenal sebagai Tiga Serangkai.
Dalam pengasingan, Soewardi aktif dalam organisasi para pelajar asal Indonesia, Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia). Di sinilah ia kemudian merintis cita-citanya memajukan kaum pribumi dengan belajar ilmu pendidikan hingga memperoleh Europeesche Akte.
Soewardi kembali ke Indonesia pada bulan September 1919 dan bergabung dalam sekolah binaan saudaranya. Pengalaman mengajar ini kemudian digunakannya untuk mengembangkan konsep mengajar bagi sekolah yang ia dirikan pada tanggal 3 Juli 1922 yaitu Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa. Soewardi mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara saat ia genap berusia 40 tahun menurut hitungan penanggalan Jawa. Ia juga tak lagi menggunakan gelar kebangsawanannya agar bisa lebih dekat dengan rakyat.
Pada masa kemerdekaan Ki Hajar Dewantara diangkat menjadi Menteri Pengajaran Indonesia yang pertama.Pada tahun 1957 ia mendapat gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari Universitas Gadjah Mada. Ia meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 26 April 1959. Dan atas jasanya di bidang pendidikan itu ia diangkat menjadi Pahlawan Nasional dan hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Langganan:
Postingan (Atom)